KEJUJURAN

KEJUJURAN

Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Walaupun kita hidup tidak bergelimangan harta, namun dengan kejujuran, hidup kita akan bebas dari perasaan was-was, takut, dan cemas.” ( Andrie Wongso )

Bapak, Ibu dan Saudara-saudara yang berbahagia dalam kasih Buddha, selamat siang.”Namo Amitofo.” Pada kesempatan yang berbahagia ini suhu akan menceritakan tentang “ Kejujuran” untuk itu ada sebuah kisah, kisah ini merupakan kisah inspirasi yang suhu ambil dari cerita klasik Tiongkok. Alkisah, di sebuah kerajaan, karena raja tidak memiliki putra penerus, ia menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu dibuatlah sayembara pemilihan keseluruh negeri, agar diseleksi perdaerah hingga ujian terakhir yang akan ditentukan oleh baginda raja sendiri.

Saat babak akhir tiba, tersisa delapan orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus berbagai tahap sebelumnya. Untuk itu mereka harus menjalani tes terakhir sang raja di ibu kota kerajaan. Raja dengan saksama menyeleksi mereka satu-persatu. Di hadapan mereka sang raja menyampaikan pesan.”Anak-anakku. Tugas sebagai abdi Negara bukan tugas yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian berdelapan terpilih sebagai calon yang terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, akan kuberi tiap orang lima butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulang dan datanglah dua minggu lagi kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini,” titah sang raja.

Dua minggu kemudian, di hadapan raja, tujuh pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba gilaran pemuda yang kedelapan. Dengan wajah malu dan kepala tertunduk, ia melihat kearah pot yang dibawanya dan berkata” Ampun baginda. Maafkan hamba. Biji yang baginda berikan telah saya tanam, saya rawat dengan hati-hati. Tetapi, hingga hari ini bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Saya telah gagal menjalankan perintah baginda. Saya tidak mengerti kesalahan saya. Tapi setidaknya saya telah berupaya maksimal. Saya serahkan semua keputusan ditangan baginda.”

Tak berapa lama, sang raja terlihat tersenyum puas. Bahkan sang raja kemudian tertawa terbahak-bahak. Semua yang hadir di sana saling berpandangan heran melihat reaksi raja seperti itu. Lalu, sang raja menepuk pundak si pemuda dan berkata,”Terima kasih anak muda. Aku senang dan puas. Ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh negeri ini.”

Sambil berpaling kepada semuanya, sang raja melanjutkan,”Dengar baik-baik. Pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku. Dia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamanya tidak tumbuh. Sepertinya dia gagal, tetapi sebenarnya, biji yang aku berikan kepada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu. Jadi pasti tidak mungkin tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun, karena biji itu telah mati. Aku kecewa sekali saat melihat tumbuhnya tunas yang kalian bawa. Kalian tujuh pemuda tidak jujur! Berani benar kalian melakukan perbuatan memalukan seperti ini! Kalian pantas dihukum karena telah berusaha menipu Rajamu!”

Segera, ketujuh pemuda itu berlutut memohon ampun. Namun, sang raja langsung memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ketujuh pemuda itu.

Bapak, Ibu dan Saudara-saudara terkasih dalam Dharma dari cerita tadi banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik. Terutama adalah kejujuran. Dalam Dhammapada Pandita vagga syair ke Sembilan yang berbunyi:

Seseorang yang arif tidak berbuat jahat demi kepentingannya sendiri ataupun orang lain,
demikian pula ia tidak menginginkan anak, kekayaan, pangkat atau keberhasilan dengan cara yang tidak benar.
Orang seperti itulah yang sebenarnya luhur, bijaksana, dan berbudi”

Bisa dibayangkan apabila kita hidup penuh ketidakjujuran, maka akan selalu dalam ketakutan, kecemasan, kemarahan dan kekecewaan. Betapa tidak, orang yang kita bohongi akan marah dan kecewa. Integritas kita pun tentu akan menurun! Hubungan yang penuh ketidakjujuran hanya akan membawa pada perasan curiga,curiga, dan curiga.

Oleh karena itulah kita hidup harus jujur pada diri sendiri , jujur pada orang lain, jujur pada semuanya . Karena apa? Dengan kejujuran, kita dapat hidup dengan nyaman, aman, tentram dan damai. Kejujuran adalah mutiara yang harus kita miliki. Sebuah keluarga akan hancur apabila di antara anggota kelurga tidak saling terbuka, yang berpacaran akan selalu curiga dengan berkata” yang kamu sekarang di mana, lagi apa, dengan siapa?” yang akhirnya akan menjadikan suasana yang tidak enak, retaknya hubungan sehingga tidak harmonis. Begitu juga yang sedang sekolah, kuliah dalam mengerjakan tidak jujur, atau mendapat gelar sarjana dengan cara membeli, maka apa yang didapatkannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ketidakjujuran akan menjadikan bom waktu yang siap meledak, layaknya bom Mariot dan Ritz Calton.

Kejujuran merupakan bagian kecil dari kehidupan kita yang perlu ada sebagai penunjang hidup sesuai dengan dhamma, sederhana memang” kejujuran” tetapi dalam praktek diperlukan adanya kebijaksanaan. Sebagai contoh: Ibu kita divonis dokter sakit keras, sedang ibu kita bertanya:” apa kata dokter?” bila kita jawab jujur nantinya ibu bagaimana, tidak bagaimana?! Nah oleh karena itulah diperlukan adanya kebijaksanaan. Pelaksanaan mudah atau sulit tergantung anda sekalian.

Demikianlah sedikit yang dapat suhu sampaikan, semoga berkenan di hati bapak, ibu dan saudara-saudara yang berbahagia dalam kasih Buddha, semoga membawa manfaat dalam kehidupan kita. Akhir kata semoga semua mahkluk dapat hidup berbahagia dan beruntung. Sekian dan Namo amitofo.

(materi ceramah 10 menit. minggu 26 juli 2009 oleh Hasta virya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: