contoh outline “IMPLEMENTASI VEGETARIAN”

Implementasi pola makan vegetarian dalam peningkatan pengendalian diri individu


A. Latar belakang masalah

Kehidupan manusia dipengaruhi oleh faktor makanan, makanan merupakan sumber energi kehidupan untuk dapat melakukan suatu kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup. Untuk itu pola makan perlu diperhatikan dengan baik, pola makan dimulai sedini mungkin untuk dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan pola makan yang akan dipilih.

Kesadaran masyarakat akan perlunya pola hidup sehat dengan bahan alami semakin meningkat. Buah dan bahan makanan sayuran menjadi primadona dibandingkan dengan daging-dagingan yang berlemak yang sering dituduh sebagai penyebab datangnya sakit. Dengan deikian permintaan akan buah dan sayuran meningkat, petani berlomba-lomba untuk meningkatkan produk pertaniannya.

Sebagian besar zat-zat yang diperlukan oleh tubuh terdapat dalam tumbuhan, karena itu tumbuh dan berkembangnya individu dipengaruhi oleh bahan makanan dari tumbuhan.  Anak-anak dengan IQ (Intelligence Quitient) tinggi, cenderung akan tumbuh menjadi seorang vegetarian atau hanya makan sayuran. Seperti kita ketahui, seorang vegetarian kadar kolesterolnya rendah serta jarang menderita obesitas dan penyakit jantung. Sehingga bisa dimengerti mengapa anak ber-IQ tinggi memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah saat mereka dewasa. Studi lain juga menyebutkan bahwa anak berotak cerdas biasanya memiliki gaya hidup sehat; tidak merokok, tidak kegemukan, tekanan darahnya normal dan rajin berolahraga.

Disisi yang lain banyak anggapan bahwa pola makan vegetarian tidaklah sehat, ini dikarenakan adanya mitos-mitos yang tidak benar terhadap pola vegetarian, penolakan mengkonsumsi makanan nabati (vegetarian) menjadi luas. Salah satu alas an penolakan terhadap pola vegetarian adalah karena alasan kekurangan nutrisi tubuh, misalnya kekurangan protein, zat besi, dan vitamin B12, badan menjadi cepat lemas, dan lelah. Ada juga yang beranggapan menyiapkan makanan vegetarian itu repot, rasanya hambar, dan tidak banyak variasi.

Di zaman yang modern sekarang ini pola makan beraneka ragam, ada yang makan daging total, ada yang vegetarian total dan pola makan variasi dari keduanya. Sekarang ini kedua pola makan tersebut banyak mendapatkan perhatian, dikarenakan pola pemahaman dan sudut pandang yang berbeda-beda.

Pola makan vegetarian bila dilakuka dengan benar dan mengikuti anjuran, pola makan vegetarian dapat dipraktekan oleh siapapun, bahkan untuk bayi, balita, remaja, dewasa dan orang lanjut usia. Karena upaya pola makan vegetarian dilakukan untuk bisa hidup sehat tanpa meninggalkan dunia modern yang dijalaninya adalah dengan berusaha menyelarasakan diri dengan alam. Pola makan vegetarian juga merupakan suatu metode-metode latihan pengendalian diri sejak dari jaman dahulu yang entah dimulai dari siapa yag memulainya.

Menanggapi kenyataan itu penulis mencoba mengkajinya dari berbagai sumber, dari sudut pandang yang berbeda-beda. Terlebih lagi pola makan vegetarian dan non vegetarian banyak mendapatkan pro dan kontra dikalangan masyarakat luas, bahkan dikalangan akademisi pendidikan. Oleh karena itu bagaimana menyikapi tentang kedua pola makan tersebut.

B. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, dapat diidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah betuk perhatian khusus yang seharusnya diberikan oleh umat       Buddha terhadap pola makan vegetarian

2. Apakah pola makan vegetarian maupun non vegetarian, dapat menyebabkan perkembangan pikiran

3. Apakah pola makan vegetarian dapat menyebabkan seseorang rentan dari penyakit

4. Bagaimanakah implementasi pola makan vegetarian dalam pengendalian   diri mewujudkan kesehatan batin

C.  Pembatasan masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan mengacu pada pertimbangan berbagai keterbatasan penelitian, maka masalah dibatasi pada butir nomor 4 yaitu berkenaan dengan implementasi pola makan vegetarian dalam pengendalian diri mewujudkan bati yang sehat.  Dengan terjawabnya masalah ini diharapkan dapat menjawab masalah lain yang telah teridentifikasi.

D. Perumusan masalah

Berdasarkan pembatasan masalah, masalah dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana implementasi pola makan vegetarian terhadap pengendalian diri dalam mewujudkan kesehatan batin?”

E. Kegunaan penelitian

Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat berguna bagi masyarakat pada umunya dan pada umat Buddha pada khususnya, untuk memberikan masukan berupa inforasi yang bias dijadikan suatu pengetahuan tentang pengertian dan pemahaman pola makan vegetarian.

Penelitian juga diharapkan dapat berguna  bagi para rohaniawan tokoh agama Buddha untuk menambah wawasan pengetahuan dalam perannya sebagai mediator bagi umat Buddha dalam upaya mawartakan pola hidup vegetarian dalam Buddhis.

Selain itu penelitian diharapan pula daapat berguna pula bagi pihak-pihak yang ingin memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan pemhaman tentang vegetarian.

BAB II : LANDASAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN         HIPOTESIS

A. Landasan teoritis

1. Pengertian pengendalian diri individu

a. Pengertian Pengendalian

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), menjelaskan bahwa kata pengendalian  berarti proses, cara, perbuatan mengendalikan; pengekangan. (Balai Pustaka, 2005:543)

b. Pengertian  diri

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), menjelaskan bahwa kata  diri berarti orang seorang(terpisah dari yang lain; badan; tidak dengan yang lain; dipakai sebagai pelengkap beberapa kata kerja untuk menyatakan  bahwa penderitanya atau tujuanya adalah badan sendiri. (Balai Pustaka, 2005:267)

c. Pengertian individu

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), menjelaskan bahwa kata individu berarti orang seorang ( terpisah dari yang lain); organism yang hidupnya berdiri sendiri, secara visiologis ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya). (Balai Pustaka, 2005:430)

2. Pengertian Implementasi Pola Makan Vegetarian

a. Pengertian Implementasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), menjelaskan bahwa kata implementasi berarti pelaksanaan; penerapan: pertemuan kedua ini bermaksud mencari bentuk implementasi tentang hal yang disepakati dulu.(Balai Pustaka, 2005:427)

b. Pengertian Pola Makan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), menjelaskan bahwa kata pola berarti gambar yang dipakai untuk contoh batik;  corak bentuk atau tenun;  potongan yang dipakai sebagai contoh membuat baju; 4 sistem; cara kerja;  bentuk (struktur) yang tetap. (Balai Pustaka, 2005:884) Kata makan berarti memasukkan makanan ke dalam mulut serta menguyah dan menelanya;  memasukkan sesuatu ke dalam mulut, kemudian mengunyah dan  menelanya; memasukkan sesuatu ke dalam mulut dan mengunyah-ngunyahnya.(Balai pustaka, 2005:700). Dengan demikian pola makan berarti suatu sistem atau cara memasukan sesuatu betuk makanan kedalam mulut untuk dikunyah dan menelanya.

c. pengertian Vegetarian

Kata vegetarian berasal dari bahasa latin vegetus, yang artinya kuat, aktif, dan bergairah. Istilah vegetarian pertama kali dimunculkan pada tahun 1847, yang secara formal digunakan pada tanggal 30 September 1847 oleh Joseph Brotherton di Northwood Villa, Ken, Inggris.  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), menjelaskan bahwa kata vegetarian berarti orang yang ( karena alasan keagamaan atau kesehatan) tidak makan daging, tetapi makan sayuran dan hasil tumbuhan. (Balai Pustaka, 2005:1259)

Pengertian vegetarian secara umum yaitu orang yang dalam kehidupanya tidak mengkonsumsi semua daging hewan, hanya memakan sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, maupun bahan nabati lainnya. Pola makan vegetarian oleh International Vegetarian Union (IVU) secara umum dikelompokan menjadi tiga kelompok yang disusun berdasarkan susunan menu dan tingkat kesulitanya yakni: vegan, lacto vegetarian dan lacto-ovo vegetarian.

  1. Vegan

Vegan adalah vegetarian murni yang hanya mengknsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Kelompok ini sama sekali tidak memakan makanan yang berasal dari hewan seperti daging, susu, telur, dan produk-produk olahan yang dihasilkan dari hewan atau binatang, seperti madu bahan kulit, sutera,  dan gelatin.

  1. Lacto vegetarian

Lacto vegetarian adalah vegetarian yang memakan bahan-bahan makanan nabati dan berpantang memakan daging, tetepi pada kelompok ini masi diperkenankan mengkonsumsi susu beserta hasil olahannya (keju dan yoghurt).

  1. Lacto-ovo vegetarian

Lacto-ovo vegetarian adalah vegetarian yang masih diperbolehkan memakan madu, telur, susu, keju dan yoghurt , disamping bahan-bahan nabati.

B. Kerangka berpikir

Implementasi pola makan vegetarian dapat memberikan peranan dalam peningkatan pengendalian diri umat Buddha. Pengenalan pola makan vegetarian yang benar akan merubah paradigma masyarakat yang salah mengenai pola makan vegetarian. Dengan implementasi pola makan vegetarian sangat membantu praktek dharma dalam kehidupan sehari-hari serta akan memiliki jasmani yang sehat.

C.Penelitian yang relevan

Suatu hasil penelitian mengenai pola makan vegetarian yang telah dilakukan oleh Susianto; . Hendry Widjaja,  Helda Mailoa, (Diet Enak ala Vegetarian, 2007) memberikan gambaran adanya kontribusi yang signifikan bagi peningkatan kesehatatan dan pengendalian diri. Hal ini membawa dampak yang baik bagi masyarakat luas dan umat Buddha dalam mempraktekan kehidupan yang sehat. Sehingga meskipun pola makan vegetarian banyak mendapatkan perhatian yang berbeda tetapi akan membawa dampak yang positif bagi kehidupan.

D. Pengajuan hipotesis

Diduga terdapat peranan yang signifikan mengenai pola makan vegetarian terhadap pengendalian diri. Pola makan vegetarian merupakan upaya dalam mewujudkan cinta kasih kepada semua  mahkluk, mengondisikan pikiran menjadi lebih bersih sehingga kesadaran pengendalian pikiran dapat berjalan dengan baik. Sebaliknya dengan tidak menerapkan pola makan vegetarian akan mengondisikan pembunuhan karena akan menyebabkan pembunuhan untuk diambil dagingnya untuk dimakan. Usaha untuk mengondisikan pikiran menjadi bersih akan menjadi terhambat.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

A. Tujuan penelitian

Mendapatkan data mengenai ada atau tidaknya implementasi pola makan vegetarian dalam peningkatan pengendalian diri, sehingga akan terbentuk manusia yang memiliki sehat jasmani dan rohani (batin).

B. Tempat dan waktu penelitian

Penelitian dan Penelaahan melalui kajian dari berbagai sumber referensi buku-buku yang penulis dapatkan, serta melalui situs-situs internet yang memuat tentang pola hidup vegetarian

C. Metode penelitian

Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif berdasarkan analisis   kajian teori-teori yang telah ada.

D. Variabel penelitian

Variabel bebas penelitian adalah implementasi pola makan vegetarian; sedangkan variable terikat penelitian adalah peningkatan pengendalian diri.

E. Prosedural penelitian

Penelitian dilakukan dengan melakukan serangkaian kegiatan, yaitu:  pemilihan dan konsultasi judul; penyusunan out-line penelitian; konsultasi dan persetujuan pengembangan out-line yang dijadikan pedoman dalam penyusunan proposal penelitian; pengembangan proposal penelitian; seminar proposal penelitian; perbaikan proposal penelitian; pelaksanaan penelitian; konsultasi hasil penelitian; dan ujian sekripsi penelitian.

F. Teknik analisis

Hasil penelitian dikaji secara analisis deskriptif dan analisis komperatif. Analisis deskriptif dilakukan guna menelaah ada atau tidaknya implementasi yang signifikan mengenai pola makan vegetarian dalam pengendalian diri.

Sedangkan analisis komparatif dilakukan guna membandingkan ada tidaknya perbedaan peningkatan pengendalian diri menerapkan pola makan vegetarian dengan peningkatan pengendalian diri yang tidak menerapkan pola makan vegetarian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: