RENUNGAN PENGEMBANGAN DIRI

RENUNGAN PENGEMBANGAN DIRI

WAISAK 2553 TAHUN 2009

v MENGAPA MAHABODHISATTVA TURUN DARI SURGA TURSITA KEDUNIA

Maha Bodhisattva turun dari surga tursita untuk manjadi Buddha, karena di dunia saha inilah dapat menjadi Buddha. Untuk menjadi Buddha ia harus menyempurnakan parami, yaitu dengan bertekad dan menjalankan ikrarnya atau prasetyanya.”Aku bertekad menolong dan menyeberangkan semua makhluk; Aku bertekad memutuskan beleggu duhkha yang tiada batasnya; Aku bertekad mempelajari Dharma yang tiada taranya; Aku bertekad menjadi samyaksambodhi.” Inilah ikrar Maha Bodhisattva.

v MENGAPA LAHIR SEBAGAI ANAK RAJA

Maha Bodhisattva penuh dengan jasa dan pahala yang berlimpah-limpah, berkat pelaksanaan 8 kesadaran agung. Manusia agung tidak akan terlahir dalam keluarga sembarangan, oleh karena itulah maha bodhisattva terlahir dalam keluarga terpandang, penuh harta kebahagian duniawi, sebagai pangeran mahkota

v MENGAPA DIBERI NAMA SIDHARTA GAUTAMA

Sidharta artinya tercapailah cita-cita, Gautama adalah nama keluarga yang berasal dari suku sakya di India. Yang berarti cita-cita Maha Bodhisattva untuk menjadi Buddha akan tercapai, terlahir terakhir kali dalam keluarga Gautama, keluarga yang terhormat kerajaan.

v APA YANG DIBAWA OLEH MAHA BODHISATTVA

Maha Bodhisattva turun kedunia ini dengan membawa jasa dan pahala yang berlimpah, terlahir dalam keluarga raja, kelahiran Maha Bodhisattva membawa kedamaian dan kebahagiaan di langit dan di bumi, jiwa Maha Bodhisattva jiwa yang bersih, walaupun terlahir penuh dengan harta yang berlimpah, tidak menjadi serakah, karena menyadari hakekat kehidupan di dunia saha ini adalah kebahagian semu, Ia bertekat untuk menjadi Buddha dengan semangat juang yang luar biasa dan yang akan mengajarkan jalan untuk melenyapkan penderitaan semua mahkluk yang menjalankan Dharma yang didapatkannya.

v KESEMPURNAAN BUDDHA

Kesempurnaan Buddha adalah kesempurnaan Maha Bodhisattva, dengan semangat pelaksanaan Prasetyanya sehingga mencapai samyaksambuddha. Buddha teragung di bumi dan di langit, guru para dewa dan manusia, yang telah sadar sepenuhnya, sempurna pengetahuan, sempurna perbuatannya, sempurna hidup dalam jalan Nirvana.

Hakekat Waisak adalah bukan bentuk fisik perayaan semata, atau arti-arti kata slogan-slogan semu belaka.

Waisak adalah kebahagiaan” happy waisak”, semangat membangkitkan pencerahan dalam diri, membuat kebahagiaan, mengadakan perubahan dalam diri kearah yang lebih baik, kedalam meningkatkan kemampuan diri dan menyelesaikan tugas dan kewajibanya dengan baik. Ke arah luar adalah adanya kepedulian untuk menjadi manusia berguna.

Membuat perubahan – perubahan yang sederhana akan membawa manfaat yang besar, dulu malas bangun pagi sekarang saatnya bangun pagi, dulu malas baca mantra sekarang rajin baca mantra, dulu suka tertawa lebar-lebar sekarang cukup dengan senyum, dulu suka cemberut sekarang ceria. Mengadakan perubahan- perubahan kecil akan dapat mempengaruhi kemajuan dalam hidup.

RENUNGAN PENGEMBANGAN DIRI

WAISAK 2553 TAHUN 2009

v MENGAPA MAHABODHISATTVA TURUN DARI SURGA TURSITA KEDUNIA

Maha Bodhisattva turun dari surga tursita untuk manjadi Buddha, karena di dunia saha inilah dapat menjadi Buddha. Untuk menjadi Buddha ia harus menyempurnakan parami, yaitu dengan bertekad dan menjalankan ikrarnya atau prasetyanya.”Aku bertekad menolong dan menyeberangkan semua makhluk; Aku bertekad memutuskan beleggu duhkha yang tiada batasnya; Aku bertekad mempelajari Dharma yang tiada taranya; Aku bertekad menjadi samyaksambodhi.” Inilah ikrar Maha Bodhisattva.

v MENGAPA LAHIR SEBAGAI ANAK RAJA

Maha Bodhisattva penuh dengan jasa dan pahala yang berlimpah-limpah, berkat pelaksanaan 8 kesadaran agung. Manusia agung tidak akan terlahir dalam keluarga sembarangan, oleh karena itulah maha bodhisattva terlahir dalam keluarga terpandang, penuh harta kebahagian duniawi, sebagai pangeran mahkota

v MENGAPA DIBERI NAMA SIDHARTA GAUTAMA

Sidharta artinya tercapailah cita-cita, Gautama adalah nama keluarga yang berasal dari suku sakya di India. Yang berarti cita-cita Maha Bodhisattva untuk menjadi Buddha akan tercapai, terlahir terakhir kali dalam keluarga Gautama, keluarga yang terhormat kerajaan.

v APA YANG DIBAWA OLEH MAHA BODHISATTVA

Maha Bodhisattva turun kedunia ini dengan membawa jasa dan pahala yang berlimpah, terlahir dalam keluarga raja, kelahiran Maha Bodhisattva membawa kedamaian dan kebahagiaan di langit dan di bumi, jiwa Maha Bodhisattva jiwa yang bersih, walaupun terlahir penuh dengan harta yang berlimpah, tidak menjadi serakah, karena menyadari hakekat kehidupan di dunia saha ini adalah kebahagian semu, Ia bertekat untuk menjadi Buddha dengan semangat juang yang luar biasa dan yang akan mengajarkan jalan untuk melenyapkan penderitaan semua mahkluk yang menjalankan Dharma yang didapatkannya.

v KESEMPURNAAN BUDDHA

Kesempurnaan Buddha adalah kesempurnaan Maha Bodhisattva, dengan semangat pelaksanaan Prasetyanya sehingga mencapai samyaksambuddha. Buddha teragung di bumi dan di langit, guru para dewa dan manusia, yang telah sadar sepenuhnya, sempurna pengetahuan, sempurna perbuatannya, sempurna hidup dalam jalan Nirvana.

Hakekat Waisak adalah bukan bentuk fisik perayaan semata, atau arti-arti kata slogan-slogan semu belaka.

Waisak adalah kebahagiaan” happy waisak”, semangat membangkitkan pencerahan dalam diri, membuat kebahagiaan, mengadakan perubahan dalam diri kearah yang lebih baik, kedalam meningkatkan kemampuan diri dan menyelesaikan tugas dan kewajibanya dengan baik. Ke arah luar adalah adanya kepedulian untuk menjadi manusia berguna.

Membuat perubahan – perubahan yang sederhana akan membawa manfaat yang besar, dulu malas bangun pagi sekarang saatnya bangun pagi, dulu malas baca mantra sekarang rajin baca mantra, dulu suka tertawa lebar-lebar sekarang cukup dengan senyum, dulu suka cemberut sekarang ceria. Mengadakan perubahan- perubahan kecil akan dapat mempengaruhi kemajuan dalam hidup.

Leave a comment »

UNDANG-UNDANG ASOKA

“DALAM MEMBERIKAN PENGHORMATAN KEPADA AGAMANYA SENDIRI, JANGANLAH SEKALI-KALI MENCEMOOHKAN ATAU MENGHINA AGAMA-AGAMA LAINNYA DENGAN BERBUAT DEMIKIAN SELAIN MEMBUAT AGAMANYA SENDIRI BERKEMBANG, DAN DI SAMPING ITU TELAH PULA MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA AGAMA-AGAMA LAINNYA. JIKA BERBUAT KEBALIKANNYA, MAKA BERARTI MENGGALI LUBANG KUBUR UNTUK AGAMANYA SENDIRI, DI SAMPING ITU PULA MENCELAKAKAN AGAMA LAINNYA.

BARANG SIAPA MENGHORMATI AGAMANYA SENDIRI, TETAPI MENGHINA KEPADA AGAMA LAINNYA DENGAN BERPIKIR BAHWA BERBUAT DEMIKIAN ADALAH TELAH MELAKUKAN SESUATU YANG BAIK SEBAGAI PEMELUK AGAMA YANG TAAT INI MALAH AKAN BERAKIBAT SEBALIKNYA, YAITU AKAN MEMUKUL AGAMANYA SENDIRI”

Leave a comment »

PEMBAWAAN KETURUNAN DAN LINGKUNGAN

PEMBAWAAN KETURUNAN DAN LINGKUNGAN

I. Pendahuluan

Kita membicarakan hal yang sangat penting dalam psikologi dan sangat erat hubungannya dengan ilmu pendidikan, yaitu suatu pembawaan dan lingkungan.

Soal pembawaan ini adalah soal yang sangat tidak mudah dan dengan demikian memerlukan penjelasan, dan uraian yang tidak sedikit. Telah bertahun-tahun lamanya para ahli didik, ahli biologi, ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusaha mencari jawaban atas pertanyaan : perkembangan manusia tergantung pada pembawaan ataukah lingkungan atau dengan kata lain perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa, faktor-faktor yang menentukan itu, kadang-kadang yang dibawa dari keturunan, pembawaan ataukah pengaruh-pengaruh lingkungan ada beberapa pendapat.

a. Aliran Nativisme

Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Pendidikan tidak bisa mengubah sifat-sifat pembawaan. Salah satu perbedaan dasar individu adalah latar belakang hereditas masing-masing individu. Hereditas dapat diartikan sebagai pewaris atau pemindah biologis, karakteristik individu dari pihak orang tuanya.

b. Aliran Empirisme

Aliran ini mempunyai pendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa, itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya. Sejak atau oleh pendidik dan pengalamannya sejak kecil, manusia dapat dididik apa saja/kearah yang lebih yang baik maupun kearah yang buruk.

Aliran teori ini dalam lapangan pendidikan menimbulkan pandangan yang otomistis yang memandang bahwa pendidikan merupakan usaha yang cukup mampu untuk membentuk pribadi manusia. Teori ini sering disebut dengan “Tabularasa” yang memandang bahwa keturunan itu mempunyai peranan.

C. Hukum Konvergensi

Hukum ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia, dari duah buah faktor perkembangan dan lingkungan. Kedua hal tersebut itu kita renungkan benar-benar, belum tepatlah kiranya hal itu diperuntukkan bagi perkembangan manusia, hasil dari proses alam, yaitu pembawaan dan lingkungan belaka.

Tetapi perkembangan manusia itu bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. Manusia itu tidak hanya diperkembangkan tetapi iya memperkembangkan dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk.

Proses perkembangan manusia tidak hanya oleh faktor pembawaan yang telah ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. Aktivitas manusia itu sendiri dalam pekembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga.

II. Pembawaan dan Keturunan

a. Keturunan

Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan, jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebutdiwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. Yaitu ada dua syarat :

v Persamaan sifat atau ciri-ciri, dan

v Ciri-ciri ini harus menurun melaui sel-sel kelamin.

Mungkin juga sifat-sifat itu diwarisi dari nenek moyang atau buyutnya.

b. Pembawaan

1. Agar lebih jelas lagi pengertian kita tentang keturunan dan bagaimana hubungannya atau adakah perbedaannya antara turunan dengan pembawaan, inilah uraiannya, dapat kita katakan bahwa yng dimaksud dengan pembawaan ialah semua kesanggupan-kesanggupan yang dapat diwujudkan.

Pembawaan atau bakat terkandung dalam sel-benih (kiem-cel), yaitu keseluruhan kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh keturunan, inilah yang dalam arti terbatas kita namakan pembawaan (aanleg).

2. Struktur Pembawaan

Disamping kita memahami bahwa pembawaan yang bermacam-macam yang ada pada anak itu tidak dapat kita amati, jadi belum dapat dilihat sebelum pembawaan itu menyatakan diri dalam perwujudannya (dari potential ability menjadi actual ability), kita hendaklah selalu ingat bahwa sifat-sifat dalam pembawaan (potensi-potensi) itu seperti : potensi untuk belajar ilmu pasti, berkata-kata, intelijensi yang baik dan lain-lain merupakan struktur pembawaan anak-anak.

3. Di muka telah dikatakan bahwa pembawaan ialah seluruh kemungkinan yang terkandung dalam sel-benih yang akan berkembang mencapai perwujudannya.

Pembawaan (yang dibawa anak sejak lahir) adalah potensi-potensi yang aktif dan pasif, yang akan terus berkembang hingga mencapai perwujudannya.

4. Pembawaan dan Bakat

Sebenarnya kedua istilah itu – pembawaan dan bakat adalah dua istilah yang sama maksudnya. Umumnya dalam psikologi kita dapti kedua istilah itu sejajar, sama-sama dipakai untuk satu pengertian, yaitu pembawaan (aanleg). Untuk menggantikan kata aanleg kedua istilah tersebut di atas dapat digunakan sama-sama dengan maksud sama pula.

II. Beberapa Macam Pembawaan dan Pengaruh Keturunan

a. Perlu pula kiranya kita singgung sedikit beberapa macam pembawaan berikut :

1. Pembawaan jenis

Tiap-tiap manusia biasa diwaktu lainnya telah memiliki pembawaan jenis, yaitu jenis manusia. Bentuk badannya, anggota-anggota tubuhnya, intelijensinya, ingatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas, dan berbeda dengan jenis-jenis makhluk lain.

2. Pembawaan Ras

Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang juga termasuk pembawaan keturunan, yaitu pembawaan keturunan mengenai ras.

3. Pembawaan Jenis Kelamin

Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing.

4. Pembawaan Perseorangan

Kecuali pembawaan-pembawaan terebut diatas, tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan)yang tipikal, banyak ditentukan oleh keturunan ialah pembawaan ras, pembawaan jenis dan pembawaan kelamin.

v Konstitusi tubuh : termasuk didalamnya : motorik, seperti sikap badan, sikap berjalan, air muka, gerakan bicara.

v Cara bekerja alat-alat indra : ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis perangsang tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimilikioleh ayah atau ibunya.

v Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar.

v Tipe-tipe perhatian, intelijensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelijensi.

v Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas.

v Tempo dan ritme perkembangan (ingat pelajaran psikologi perkembangan)

v

IV. Lingkungan (environment)

Macam-macam lingkungan dan bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungannya.

v Macam-macam lingkungan

Lingkungan (environment) ialah meliputi semua kondisi-kondisi dalam dunia ini yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life process kita kecuali gen-gen.

Menurut Sertain lingkungan itu dapat dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut :

1) Lingkungan alam/luar (eksternal or physical environment)

2) Lingkungan dalam (internal environment), dan

3) Lingkungan sosial/masyarakat (social environment)

v Bagaimana Individu Berhubungan Dengan Lingkungan?

Kepribadian adalah organisasi dinamis daripada sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik (khas).

Dari rumusan /definisi tersebut jelas bahwa kepribadian manusia tidak dapat dirumuskan sebagai suatu keseluruhan atau kesatuan individu saja, tanpa sekaligus meletakkan hubungannya dengan lingkungannya.

Menurut woodworth, cara-cara individu itu berhubungan dengan lingkungannya dapat dibedakan menjadi 4 macam :

1) Individu bertentangan dengan lingkungannya,

2) Individu menggunakan lingkungannya,

3) Individu berpartisipasi dengan lingkungannya, dan

4) Individu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Individu itu senantiasa berusaha untuk “ menyesuaikan diri “ (dalam arti luas) dengan lingkungannya.

Dalam arti yang luas menyesuaikan diri itu berarti :

1) Mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan (penyesuaian autoplastis)

2) Mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan) diri penyesuaian diri alloplastis.

V. Penutup

Bahwa semua yang berkembang dalam diri suatu individu ditentukan oleh pembawaan dan juga oleh lingkungannya dan adapula lebih ditentukan oleh pembawaannya.

Nativisme mengatakan bahwa pendidikan tidak bisa mengubah pembawaan. Bila dilihat dari kedua teori yang bertentangan satu dengan yang lainnya.

Sebagai kesimpulan dapat dikatakan jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun temurun oleh aktifitas atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan tertentu berkembang menjadi sifat-sifat.

Tetapi ada teori konvergensi yang merupakan teori gabungan baik pembawaan maupun pengalaman lingkungan mempunyai peranan penting di dalam perkembangan individu.

Perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor bawaan sejak lahir (endogen).

DAFTAR BACAAAN

1. Ahmadi, H. Abu, 1991. “Psikologi Umum”. Rineka Cipta : Semarang

2. Syah Muhibbin, 1995. “Psikologi Pendidikan”. PT. Remaja Rosdakarya : Bandung

3. Effendi Usman, Dkk, 1984. “Pengantar Psikologi”. Angkasa : Bandung

4.Soemanto Wasty, 1990. “Psikologi Pendidikan”. Rineka Cipta : Jakarta

5.Purwanto mangalin, 1955. “ Psikologi Pendidikan”. Bumi Angkasa : Jakarta

12- April- 2008 – Ditulis oleh udhiexz | PSIKOLOGI | makalah, PAI, pembawaan keturunan dan lingkungan, psikologi, stai | di siarkan ulang oleh: suroto

Leave a comment »

ISEMINASI SUDUT PANDANG AGAMA BUDDHA

PENGERTIAN ISEMINASI:

Iseminasi identik dengan kawin suntik, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Pustaka Edisi  Ketiga, hal 519 yang di maksud dengan kawin suntik adalah  tern pembenihan dengan jalan memasukan benih jantan(sperma) ke dalam  vagina dengan menggunakan (dengan bantuan) alat suntik( tidak melalui hubungan seksual)

  • Inseminasi bauatan merupakan terjemahan dari artificial insemination. Artificial artinya buatan ataua tiruan, sedangkan insemination berasal dari kata latin. Inseminatus artinya pemasukan atau penyampaian. artificial insemination adalah penghamilan atau pembuahan buatan.
  • Jadi, insiminasi buatan adalah penghamilan buatan yang dilakukan terhadap wanita dengan cara memasukan sperma laki-laki ke dalam rahim wanita tersebut dengan pertolongan dokter, istilah lain yang semakna adalah kawin suntik, penghamilan buatan dan permainan buatan (PB).

Hampir semua pasangan suami istri ingin mempunyai keturunan. Tetapi, pada kenyataannya tidak semua pasangan yang sudah menikah mendapatkan anak dengan mudah. Hal ini dikarenakan faktor ketidaksuburan. Karena ini, jika Anda dan atau pasangan didiagnosa “tidak subur” tidak perlu putus asa, Anda bisa mencoba berbagai pengobatan alternatif yang semakin banyak seiring dengan kemajuan teknologi

Penyebab kegagalan kehamilan bukan semata-mata karena kemandulan, tetapi karena adanya gangguan-gangguan teknis, misalnya:

ejakulasi dini

ejakulasi lambat

kesulitan ereksi

cairan vagina yang tidak wajar

tersumbatnya saluran fallopian

  • Sebagai gambaran, nilai-nilai normal pemeriksaan sperma adalah : Volume : 2-5 ml, Jumlah sperma: > 20 juta/ml, Gerakan pada 6-8 jam : > 40 %, jumlah sperma yang nggak normal: kurang dari 20 persen dan kadar gula semen (fruktosa): 120-450 mikrog/ml. (dikutip dari bukunya pak Ali Baziad). Pada kasus ketiadaan sperma maka dalam hasil analisa cuma ada volume: sekian cc, jumlah sperma: nihil alias nggak ada.
  • IUI = Intrauterine Inseminasi

    IUI adalah proses menyemprotkan sperma secara artifisial kedalam saluran tuba saat sel telur keluar (ovulasi). Tindakan ini dilakukan pada wanita dengan usia dibawah 45 tahun dengan berbagai penyebab infertilitas kecuali yang dibebabkan oleh: sumbatan tuba, kerusakan tuba yang berat, sel telur yang jelek secara kualitas dan kuantitas, gangguan infertilitas pria yang berat dan tentu saja belum menopause. Bagi yang tidak memenuhi syarat untuk IUI maka alternatifnya adalah IVF (=bayi tabung).

    Prosedurnya dimulai dengan induksi ovulasi pada wanita. Pada saat ovulasi terjadi, sperma pada pria dikumpulkan dengan cara masturbasi setelah abstinen selama 2-5 hari. Sperma yang didapat lalu di proses (spermal washing) yang dapat diselesaikan dalam waktu antara 20-60 menit. Kemudian sperma disemprotkan kedalam rahim yaitu ke saluran tuba dimana sel telurnya keluar (ovulasi). Gambar skematiknya seperti dibawah ini.

  • Suksesnya IUI tergantung pada: usia ibu, lamanya infertlitas, penyebab infertlitas, jumlah dan kualitas sperma hasil washing. Keberhasilan kehamilan semakin rendah pada keadaan-keadaan :
    1. Usia wanita lebih dari 38 tahun
    2. Wanita dengan cadangan ovum yang rendah
    3. Kualitas mani yang jelek
    4. Wanita dengan endometriosis sedang sampai berat
    5. Wanita dengan kerusakan tuba
    6. Infertlitas yang lebih dari 3 tahun.

Motivasi di lakukan inseminasi buatan:

  • Iseminasi buatan yang dilakukan untuk menolong pasangan yang mandul, untuk mengembang biakan manusia secara cepat, untuk menciptakan manusia jenius, ideal sesuai dengan keinginan, sebagai alternative bagi manusia yang ingin punya anak tetapi tidak mau menikah dan untuk percobaan ilmiah

Hukum inseminasi buatan:

  • Inseminasi buatan dilihat dari asal sperma yang dipakai dapat dibagi dua:
  • inseminasi buatan dengan sperma sendiri atau AIH (artificial insemination husband)
  • Iseminasi buatan yang bukan sperma suami atau di sebut donor atau AID (artificial insemination donor)

Untuk inseminasi buatan dengan sperma suami sendiri di bolehkan bila keadaannya benar-benar memaksa pasangan itu untuk melakukannya dan bila tidak akan mengancam keutuhan rumah tangganya (terjadinya perceraian)

KAJIAN ISLAM:

  • Adapun tentang inseminasi buatan dengan bukan sperma suami atau sperma donor para ulama mengharamkannya seperti pendapat Yusuf Al-Qardlawi yang menyatakan bahwa islam juga mengharamkan pencakukan sperma (bayi tabung). Apabila pencakukan itu bukan dari sperma suami.
  • Mahmud Syaltut mengatakan bahwa penghamilan buatan adalah pelanggaran yang tercela dan dosa besar, setara dengan zina, karena memasukan mani’ orang lain ke dalam rahim perempuan tanpa ada hubungan nikah secara syara’, yang dilindungi hukum syara’.
  • Pada inseminasi buatan dengan sperma suami sendiri tidak menimbulkan masalah pada semua aspeknya, sedangkan inseminasi buatan dengan sperma donor banyak menimbulkan masalah di antaranya masalah nasab.

Fatwa MUI:

  1. Bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhtiar berdasarkan kaidah-kaidah agama.
  2. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya).
  3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari’ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan.
  4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.

Kajian Agama Buddha:

Dalam pandangan Agama Buddha, perkawinan adalah suatu pilihan dan bukan kewajiban. Artinya, seseorang dalam menjalani kehidupan ini boleh memilih hidup berumah tangga ataupun hidup sendiri. Hidup sendiri dapat menjadi pertapa di vihara – sebagai Bhikkhu, samanera, anagarini, silacarini – ataupun tinggal di rumah sebagai anggota masyarakat biasa.
Sesungguhnya dalam Agama Buddha, hidup berumah tangga ataupun tidak adalah sama saja. Masalah terpenting di sini adalah kualitas kehidupannya. Apabila seseorang berniat berumah tangga, maka hendaknya ia konsekuen dan setia dengan pilihannya, melaksanakan segala tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Orang yang demikian ini sesungguhnya adalah seperti seorang pertapa tetapi hidup dalam rumah tangga. Sikap ini pula yang dipuji oleh Sang Buddha.

Dikatakan setelah meninggal maka seseorang akan segera terlahir

kembali pada salah satu alam kehidupan yang baru. process kelahiran

kembali perlu dipahami bahwa yang terlahir kembali sebetulnya adalah

kesadaran sebagai pelopor berserta ketiga faktor batinlah yang

terlahir kembali

(ketiga faktor batin = pikiran, perasaan dan ingatan)

1. penampakan (bentuk pikiran) pada saat menjelang kematian sangatlah

menpengaruhi kehidupan berikutnya. misalnya ketika seseorang melihat

binatang, dia akan terlahir kembali ke alam binatang.

ketika seseorang melihat dewa, maka dia akan terlahir kembali disurga.

ketika memikirkan sesuatu atau orang2 yang ditinggalkan, bisa terlahir

kembali di salah satu alam tidak bahagia (karena kehawatiran)

.  melanjutkan keterangan diatas, maka terlahir kembali ke alam

berikutnya tentu sangat tergantung dengan perbuatan kita, dan terlahir

pada alam alam kehidupan tsb adalah tidak kekal. biasanya umur

kehidupan pada alam yang lebih rendah adalah lebih singkat, karena itu

biasanya kita mengatakan singgah kalau kita berada pada suatu tempat

yang agak singkat.

bisa saja kita terlahir jadi nyamuk atau kutu dan hanya hidup beberapa

hari, jadi alam binatang adalah alam tunggu kita untuk kelahiran

ketempat yang lebih lama netapnya.

bisa saja seseorang tsb tadi ada alam dewa (yang berkalpa2) dan

sekarang terlahir jadi manusia. kalau begitu alam manusia bagi dia

adalah ruang tunggu untuk kembali ke alam dewa lagi.

semua yang terjadi pada kita adalah pilihan kita.

ada yang mengatakan saya tidak pilih celaka, tidak mau pilih alam

kehidupan rendah, tetapi kenapa tetap celaka, tetap ada yang lahir di

alam kehidupan rendah. (itu karena semua ini tidak sama dengan memilih

durian) di dalam Buddhism segala sesuatu yang terjadi saling

berhubungan dan menpunyai sebab dan menghasilkan akibat. karena suatu

sebab, maka timbulah akibat.

karena kita telah bertumimbal lahir terus dan banyak sekali, maka

sebabnya menjadi sangat kompleks dan tidak dapat/sulit disadari lagi,

sehingga juga akan timbul akibat2 yang kompleks (tentu diawali oleh

“sebab” tindakan kita) kita telah menentukan pilihan kita lewat

“sebab-sebab” tsb.

untuk dapat memenuhi pilihan kita (misalnya terlahir di surga), maka

kita haruslah memulai menciptakan “sebab-sebab” yang dapat membawa

kita kesana.

  • Manopubbangama dhamma, manosettha manomaya, manasa ce padutthena,bhasati va karotiva, tato nam dukkhamanveti, cakkam va vahato padam
  • Artinya: Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya. .(Dhammapada yamaka vaga:1)
  • Manopubbangama dhamma, manosettha manomaya, manasa ce pasannena, bhasati va karotiva, tato nam sukhamanveti, chaya va anapayini.
  • Artinya: Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.(Dhammapada yamaka vaga:2)

DEMIKIALAH APA YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN SEKIAN DAN TERIMAKASIH

( by : suroto)

Leave a comment »

USIA BUMI

USIA BUMI

Tentang pertanyaan  mengenai usia dunia menurut
Kristiani, tidak ada pernyataan secara spesifik dalam
Alkitab. Namun kita bisa melihat seberapa jauh sejarah
kehidupan manusia di muka bumi berdasarkan Alkitab.

Merujuk pada Kej. 5:1-32 di Perjanjian Lama serta
mengaitkannya dengan silsilah Yesus di Mat. 1:1-17 dan
Luk. 3:23-38 dalam Perjanjian Baru
, kita bisa
menelusuri silsilah Yesus hingga ke Adam, namun
berdasarkan ayat-ayat tersebut, sejarah kemanusiaan di
bumi hanya sekitar 6.000 tahun, sedangkan manusia
diketahui telah ada di muka bumi jutaan tahun
sebelumnya. Sebagai contoh, homo habilis yang
merupakan pendahulu dari homo erectus hidup lebih dari
2 juta tahun lalu, sedangkan homo erectus hidup antara
1,8 juta hingga 500.000 tahun silam.

Jadi Pernyataan Alkitab tentang usia bumi tidak benar!!

RAMALAN SABDA PALON NAYA GENGGONG

Terjemahan bebas bahasa Indonesia

1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit.
Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan
Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya
Genggong.

2.
Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya:
“Sabda-Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.”

3.
Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dah Hyang se tanah Jawa.
Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa.
Sudah digaris kita harus berpisah.

4.
Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat.
Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Buda lagi,saya sebar seluruh tanah Jawa.

5.
Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan.
Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya.
Belum legalah hati saya bila belu saya hancurleburkan.
Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini.
Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya.

6.
Lahar tersebut mengalir ke barat daya. Baunya tidak sedap.
Itulah pertanda kalau saya datang.
Sudah mulai menyebarkan agama Buda. Kelak Merapi akan bergelegar.
Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian.
Tidak dapat bila diubah lagi.

7.
Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji.
Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.

8.
Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa.
Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi.
Sebab dunia ini ada ditanganNya.
Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.

9.
Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak.
Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi.
Para priyayi banyak yang susah hatinya.
Saudagar selalu menderita rugi.
Orang bekerja hasilnya tidak seberapa.
Orang tanipun demikian juga.
Penghasilannya banyak yang hilang di hutan.

10.
Bumi sudah berkurang hasilnya.
Banyak hama yang menyerang.
Kayupun banyak yang hilang dicuri.
Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan.
Benar-benar rusak moral manusia.
Bila hujan gerimis banyak maling tapi siang hari banyak begal.

11.
Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan.
Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut.
Hal tersebut berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa.
Penyakit tersebar merata di tanah Jawa.
Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.

12.
Bahaya penyakit luar biasa.
Di sana-sini banyak orang mati.
Hujan tidak tepat waktunya.
Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya.
Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang.

13.
Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan.
Merusakkan kanan kiri.
Kayu-kayu banyak yang hanyut.
Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut.
Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh suaranya.

14.
Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan.
Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan.
Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali.
Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun.

15.
Gempa bumi tujuh kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga.
Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah.
Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit.
Penyakitpun rupa-rupa.
Banyak yang tidak dapat sembuh.
Kebanyakan mereka meninggal dunia.

16.
Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segea menghilang sebentar tidak
tampak lagi diriya.
Kembali ke alamnya.
Prabu Brawijaya tertegun sejenak.
Sama sekali tidak dapat berbicara.
Hatinya kecewa sekali dan merasa salah.
Namun bagaimana lagi, segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi.

Kronik Orang Jawa

Orang Jawa yang tradisional tidak dapat memisahkan mitos dalam kehidupan mereka ,oleh sebab itu, kita telaah dan akan  coba menguraikan tentang orang jawa dan latar belakang yang ikut mewarnai pemikiran mereka dalam menafsirkan kehidupan ini.

Orang Jawa

Yang dimaksud orang Jawa oleh Magnis-Suseno adalah orang yang bahasa ibunya bahasa Jawa dan merupakan penduduk asli bagian tengah da timur pulau Jawa.

Berdasarkan golongan sosial, menurut sosiolog Koentjaraningrat, orang Jawa diklasifikasi  menjadi 2 (dua) yaitu:

1.      Wong cilik (orang kecil) terdiri dari petani dan mereka yang berpendapatan rendah.

2.      Kaum Priyayi terdiri dari pegawai dan orang-orang intelektual

3.      Kaum Ningrat gaya hidupnya tidak jauh dari kaum priyayi

Selain dibedakan golongan sosial, orang Jawa juga dibedakan atas dasar keagamaan dalam dua kelompok yaitu:

1.      Jawa Kejawen yang sering disebut abangan yang dalam kesadaran dan cara hidupnya ditentukan oleh tradisi Jawa pra-Islam. Kaum priyayi tradisional hampir seluruhnya dianggap Jawa Kejawen, walaupun mereka secara resmi mengaku Islam

2.      Santri yang memahami dirinya sebagai Islam atau orientasinya yang kuat terhadap agama Islam dan berusaha untuk hidup menurut ajaran Islam

Alam pikiran dan pandangan hidup orang Jawa

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelumnya semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Pusat yang dimakusd disini dalam pengertian ini adalah yang dapat memebrikan penghidupan, kesimbangan, dan kestabilan, yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung dengan dunia atas. Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Kawula lan Gusti, yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir itulah manusia menyerahkan diri secara total selaku kawula (hamba)terhadap Gustinya(SangPencipta).  Sebagian besar orang Jawa termasuk dalam golongan bukan muslim santri yaitu yang  mencampurkan beberapa konsep dan cara berpikir Islam dengan pandangan asli mengenai alam kodrati dan alam adikodrati.

Niels Mulder mengatakan bahwa pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup.

Ciri pandangan hidup orang Jawa adalah realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan numinus antara alam nyata, masyarakat, dan alam adikodrati yang dianggap keramat. Orang Jawa bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka hanya menjalankan saja.

Dasar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu atau merupakan kesatuan hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius.

Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta yang mengandung kekuatan supranatural da penuh dengan hal-hal yang bersifat misterius. Sedangkan mikrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap dunia nyata. Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos.

Dalam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki hirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan orang Jawa dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna (dunia atas-dunia manusia-dunia bawah). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan.

Sikap dan pandangan tehadap dunia nyata (mikrokosmos) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia sehari-hari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam mengahdapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya.

Bagi orang Jawa, pusat di dunia ada pada raja dan karaton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja adalah perwujudan Tuhan di dunia sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan alam. Jadi raja adalah pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari Tuhan dengan karaton sebagai kediaman raja . karaton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena raja merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan

Kegiatan religius orang Jawa Kejawen

Menurut kamus bahasa Inggris istilah kejawen adalah Javanism, Javaneseness; yang merupakan suatu cap deskriptif bagi unsur-unsur kebudayaan Jawa yang dianggap sebagai hakikat Jawa dan yang mendefinisikannya sebagai suatu kategori khas. Javanisme yaitu agama besarta pandangan hidup orang. Javanisme yaitu agama besarta pandangan hidup orang Jawa yang menekankan ketentraman batin, keselarasan dan keseimbangan, sikap nrima terhadap segala peristiwa yang terjadi sambil menempatkan individu di bawah masyarakat dan masyarakat dibawah semesta alam.

Niels Mulder memperkirakan unsur-unsur ini berasal dari masa Hindu-Budha dalam sejarah Jawa yang berbaur dalam suatu filsafat, yaitu sistem khusus dari dasar bagi perilaku kehidupan. Sistem pemikiran Javanisme adalah lengkap pada dirinya, yang berisikan kosmologi, mitologi, seperangkat konsepsi yang pada hakikatnya bersifat mistik dan sebagainya yang anthropologi Jawa tersendiri, yaitu suatu sistem gagasan mengenai sifat dasar manusia dan masyarakat yang pada gilirannya menerangkan etika, tradisi, dan gaya Jawa. Singkatnya Javanisme memberikan suatu alam pemikiran secara umum sebagai suatu badan pengetahuan yang menyeluruh, yang dipergunakan untuk menafsirkan kehidupan sebagimana adanya dan rupanya. Jadi kejawen bukanlah suatu kategori keagamaan, tetapi menunjukkan kepada suatu etika dan gaya hidup yang diilhami oleh cara berpikir Javanisme.

Sebagian besar dari masyarakat Jawa adalah Jawa Kejawen atau Islam abangan, dalam hal ini mereka tidak menjalani kewajiban-kewajiban agama Islam secara utuh misalnya tidak melakukan sembayang lima waktu, tidak ke mesjid dan ada juga yang tidak berpuasa di saat bulan Ramadhan. Dasar pandangan mereka adalah pendapat bahwa tatanan alam dan masyarakat sudah ditentukan dalam segala seginya. Mereka menganggap bahwa pokok kehidupan dan status dirinya sudah ditetapkan, nasibnya sudah ditentukan sebelumnya jadi mereka harus menaggung kesulitanhidupnya dengan sabar. Anggapan-anggapan mereka itu berhubungan erat dengan kepercayaan mereka pada bimbingan adikodrati dan bantuan dari roh nenek moyang yang seperti Tuhan sehingga menimbulkan perasaan keagamaan dan rasa aman

Kejawen dapat diungkapkan dengan baik oleh mereka yang mengerti tentang rahasia kebudayaan Jawa, dan bahwa kejawen ini sering sekali diwakili yang paling baik oleh golongan elite priyayi lama dan keturunan-keturunannya yang menegaskan adalah bahwa kesadaran akan budaya sendiri merupakan gejala yang tersebar luas dikalangan orang Jawa. Kesadaran akan budaya ini sering kali menjadi sumber kebanggaan dan identitas kultural. Orang-orang inilah yang memelihara warisan budaya Jawa sevara mendalam sebagai kejawen.

Pemahan orang Jawa Kejawen ditentukan oleh kepercayaan mereka pada pelbagai macam roh-roh yang tidak kelihatan yang dapat menimbulkan bahaya seperti kecelakaan atau penyakit apabila mereka dibuat marah atau penganutnya tidak hati-hati. Untuk melindungi semuanya itu, orang Jawa kejawen memberi sesajen atau caos dahar yang dipercaya dapat mengelakkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dan mempertahankan batin dalam keadaan tenang. Sesajen yang digunakan biasanya terdiri dari nasi dan aneka makanan lain, daun-daun bunga serta kemenyan.

Contoh kegiatan religius dalam masyarakat Jawa, khususnya orang Jawa Kejawen adalah puasa atau siam. Orang Jawa Kejawen mempunyai kebiasaan berpuasa pada hari-hari tertentu misalnya Senin-Kamis atau pada hari lahir, semuanya itu merupakan asal mula dari tirakat. Dengan tirakat orang dapat menjadi lebih kuat rohaninya dan kelak akan mendapat manfaat. Orang Jawa kejawen menganggap bertapa adalah suatu hal yang cukup penting. Dalam kesusastraan kuno orang Jawa, orang yang berabad-abad bertapa dianggap sebagai orang keramat karena dengan bertapa orang dapat menjalankan kehidupan yang ketat ini dengan disiplin tinggi serta mampu manahan hawa nafsu sehingga tujuan-tujuan yang penting dapat tercapai. Kegiatan orang Jawa kejawen yang lainnya adalah meditasi atau semedi. Menurut Koentjaraningrat, meditasi atau semedi biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata (bertapa) dan dilakukan pada tempat-tempat yang dianggap keramat misalnya di gunung, makam keramat, ruang yang dikeramatkan dan sebagainya. Pada umumnya orang melakukan meditasi adalah untuk mendekatkan atau menyatukan diri dengan Tuhan.

Spiritualitas Jawa

Sejak jaman awal kehidupan Jawa (masa pra Hindu-Buddha), masyarakat Jawa telah memiliki    sikap spiritual tersendiri. Telah disepakati di kalangan sejarawan bahwa, pada jaman jawa kuno, masyarakat Jawa menganut kepercayaan animisme-dinamisme. Yang terjadi sebenarnya adalah: masyarakat Jawa saat itu telah memiliki kepercayaan akan adanya kekuatan yang bersifat: tak terlihat (gaib), besar, dan menakjubkan. Mereka menaruh harapan agar mendapat perlindungan, dan juga berharap agar tidak diganggu kekuatan gaib lain yang jahat (roh-roh jahat) (Alisyahbana, 1977).

Hindu dan Buddha masuk ke pulau Jawa dengan membawa konsep baru tentang kekuatan-kekuatan gaib. Kerajaan-kerajaan yang berdiri memunculkan figur raja-raja yang dipercaya sebagai dewa atau titisan dewa. Maka berkembanglah budaya untuk patuh pada raja, karena raja diposisikan sebagai ‘imam’ yang berperan sebagai pembawa esensi kedewataan di dunia (Simuh, 1999). Selain itu berkembang pula sarana komunikasi langsung dengan Tuhan (Sang Pemilik Kekuatan), yaitu dengan laku spiritual khusus seperti semedi, tapa, dan pasa (berpuasa).

Jaman kerajaan Jawa-Islam membawa pengaruh besar pada masyarakat, dengan dimulainya proses peralihan keyakinan dari Hindu-Buddha ke Islam. Anggapan bahwa raja adalah ‘Imam’ dan agama ageming aji-lah yang turut menyebabkan beralihnya agama masyarakat karena beralihnya agama raja, disamping peran aktif para ulama masa itu. Para penyebar Islam –para wali dan guru-guru tarekat- memperkenalkan Islam yang bercorak tasawuf. Pandangan hidup masyarakat Jawa sebelumnya yang bersifat mistik (mysticism) dapat sejalan, untuk kemudian mengakui Islam-tasawuf sebagai keyakinan mereka.

Spiritual Islam Jawa, yaitu dengan warna tasawuf (Islam sufi), berkembang juga karena peran sastrawan Jawa yang telah beragama Islam. Ciri pelaksanaan tasawuf yang menekankan pada berbagai latihan spiritual, seperti dzikir dan puasa, berulang kali disampaikan dalam karya-karya sastra. Petikan serat Wedhatama karya K.G.A.A. Mangku Negara IV:

Ngelmu iku kalakone kanthi laku. Lekase lawan kas, tegese kas nyamkosani. Setya budya pangekese dur angkara (Pupuh Pucung, bait I)

Artinya:

Ngelmu (ilmu) itu hanya dapat dicapai dengan laku (mujahadah), dimulai dengan niat yang teguh, arti kas menjadikan sentosa. Iman yang teguh untuk mengatasi segala godaan rintangan dan kejahatan.(Mengadeg, 1975).

Di sini ngelmu lebih dekat dengan ajaran tasawuf, yaitu ilmu hakikat / ilmu batin, karena dijalani dengan mujahadah / laku spiritual yang berat (Simuh, 1999). Dalam masyarakat Jawa, laku spiritual yang sering dilakukan adalah dengan tapa, yang hampir selalu dibarengi dengan pasa (berpuasa).

Puasa dalam Masyarakat Jawa

Pada saat ini terdapat bermacam-macam jenis puasa dalam masyarakat Jawa. Ada yang sejalan dengan fiqih Islam, namun banyak juga yang merupakan ajaran guru-guru kebatinan ataupun warisan jaman Hindu-Buddha. Kata pasa (puasa) hampir dapat dipertukarkan dengan kata tapa (bertapa), karena pelaksanaan tapa (hampir) selalu dibarengi pasa.

Di antara macam-macam tapa / pasa, beberapa dituliskan di bawah ini:

Jenis: Metode:
pasa di  bulan pasa (ramadhan) sama dengan puasa wajib dalam bulan ramadhan. Sebelumnya, akhir bulan ruwah (sya’ban ) dilakukan mandi suci dengan mencuci rambut
tapa mutih (a) hanya makan nasi selama 7 hari berturut-turut
tapa mutih (b) berpantang makan garam, selama 3 hari atau 7 hari
tapa ngrawat hanya makan sayur selama 7 hari 7 malam
tapa pati geni berpantang makan makanan yang dimasak memakai api (geni) selama sehari-semalam
tapa ngebleng tidak makan dan tidak tidur selama 3 hari 3 malam
tapa ngrame siap berkorban /menolong siapa saja dan kapan saja
tapa ngéli menghanyutkan diri di air (éli = hanyut)
tapa mendem menyembunyikan diri (mendem)
tapa kungkum menenggelamkan diri dalam air
tapa nggantung menggantung di pohon
dan masih banyak lagi jenis lainnya seperti tapa ngidang, tapa brata, dll.

(Diadaptasi dari wawancara dengan Dr. Purwadi)

Untuk memahami makna puasa menurut budaya Jawa, perlu diingat beberapa hal. Pertama, dalam menjalani laku spiritual puasa, tata caranya berdasarkan panduan guru-guru kebatinan, ataupun lahir dari hasil penemuan sendiri para pelakunya. Sedangkan untuk mengetahui sumber panduan guru-guru kebatinan, kita harus melacak tata cara keyakinan pra Islam-Jawa. Kedua, ritual puasa ini sendiri bernuansa tasawuf / mistik. Sehingga  penjelasannya pun memakai sudut pandang mistis dengan mengutamakan rasa dan mengesampingkan akal / nalar. Ketiga, dalam budaya mistik Jawa terdapat etika guruisme, di mana murid melakukan taklid buta pada Sang Guru tanpa menonjolkan kebebasan untuk bertanya. Oleh karena itu, interpretasi laku spiritual puasa dalam budaya Jawa tidak dilakukan secara khusus terhadap satu jenis puasa, melainkan secara umum

Sebagai penutup, dapatlah kiranya dituliskan interpretasi laku spiritual puasa dalam budaya Jawa yaitu:

1.  Puasa sebagai simbol keprihatinan dan praktek asketik.

Ciri laku spiritual tapa dan pasa adalah menikmati yang tidak enak dan tidak menikmati yang enak, gembira dalam keprihatinan. Diharapkan setelah menjalani laku ini, tidak akan mudah tergoda dengan daya tarik dunia dan terbentuk pandangan spiritual yang transenden. Sehingga dapat juga dikatakan bahwa pasa bertujuan untuk penyucian batin dan mencapai kesempurnaan ruh.

2. Puasa sebagai sarana penguatan batin

Dalam hal ini pasa dan tapa merupakan bentuk latihan untuk menguatkan batin. Batin akan menjadi kuat setelah adanya pengekangan nafsu dunia secara konsisten dan terarah. Tujuannya adalah untuk mendapat kesaktian, mampu berkomunikasi dengan yang gaib-gaib: Tuhan ataupun makhluk halus.

Interperetasi pertama dan kedua di atas acapkali berada dalam satu pemaknaan saja. Hal ini karena pandangan mistik yang menjiwainya, dan berlaku umum dalam dunia tasawuf. Dikatakan oleh Sayyid Husein Nasr, ”Jalan mistik sebagaimana lahir dalam bentuk tasawuf adalah salah satu jalan di mana manusia berusaha mematikan hawa nafsunya di dalam rangka supaya lahir kembali di dalam Ilahi dan oleh karenanya mengalami persatuan dengan Yang Benar” (Nasr, 2000)

3. Puasa sebagai ibadah.

Bagi orang Jawa yang menjalankan syariat Islam. puasa seperti ini dijalankan dalam hukum-hukum fiqihnya. Islam yang disadari adalah Islam dalam bentuk syariat, dan kebanyakan hidup di daerah santri dan kauman.

Sejak dahulu orang Jawa telah mempunyai “perhitungan“( petung Jawa ) tentang pasaran, hari, bulan dan lain sebagainya. Perhitungan itu meliputi baik buruknya pasaran, hari, bulan dan lain sebagainya. Khusus tentang hari dan pasaran terdapat di dalam mitologi sebagai berikut :

1.Batara Surya ( Dewa Matahari ) turun ke bumi menjelma menjadi Brahmana Raddhi di gunung tasik. Ia menggubah hitungan yang disebut Pancawara ( lima bilangan ) yang sekarang disebut Pasaran yakni : Legi, Paing, Pon, Wage dan Kliwon nama kunonya : Manis, Pethak ( an ) Abrit ( an ) Jene ( an ) Cemeng ( an ), kasih. ( Ranggowarsito R.NG.I : 228 )

2.Kemudian Brahmana Raddhi diboyong dijadikan penasehat Prabu Selacala di Gilingwesi sang Brahmana membuat sesaji, yakni sajian untuk dewa-dewa selama 7 hari berturut-turut dan tiap kali habis sesaji, hari itu diberinya nama sebagai berikut

a.       Sesaji Emas, yang dipuja Matahari. Hari itu diberinya nama Radite, nama sekarang : Ahad.

b.       Sesaji Perak, yang dipuja bulan. Hari itu diberinya nama : Soma, nama sekarang : Senen.

c.       Sesaji Gangsa ( bahan membuat gamelan, perunggu ) yang dipuja api, hari itu diberinya nama : Anggara, nama sekarang Selasa.

d.      Sesaji Besi, yang dipuja bumi, hari itu diberinya nama : buda, nama sekarang : Rebo.

e.       Sesaji Perunggu, yang dipuja petir. Hari itu diberinya nama : Respati, nama sekarang : Kemis.

f.        Sesaji Tembaga, yang dipuja Air. Hari itu diberinya nama : Sukra, nama sekarang : Jumat

g.       Sesaji Timah, yang dipuja Angin. Hari itu diberinya nama : Saniscara disebut pula : Tumpak, nama sekarang : Sabtu.

Nama sekarang hari-hari tersebut adalah nama hari-hari dalam Kalender Sultan Agung, yang berasal dari kata-kata Arab ( Akhad, Isnain, Tslasa, Arba’a, Khamis, Jum’at, Sabt ) nama-nama sekarang itu dipakai sejak pergantian Kalender Jawa – Asli yang disebut Saka menjadi kalender Jawa / Sultan Agung yang nama ilmiahnya Anno  Javanico ( AJ ). Pergantian kalender itu mulai 1 sura tahun Alip 1555 yang jatuh pada 1 Muharam 1042 = Kalender masehi 8 Juli 1633. Itu hasil perpaduan agama Islam dan kebudayaan Jawa.

Angka tahun AJ itu meneruskan angka tahun saka yang waktu itu sampai tahun 1554, sejak itu tahun saka tidak dipakai lagi di Jawa, tetapi hingga kini masih digunakan di Bali. Rangkaian kalender saka seperti : Nawawara ( hitungan 9 atau pedewaan ) Paringkelan ( kelemahan makhluk ) Wuku ( 30 macam a’7 hati, satu siklus 210 hari ) dll.

Dipadukan dengan kalender Sultan Agung ( AJ ) tersebut, keseluruhan merupakan petungan ( perhitungan ) Jawa yang dicatat dalam Primbon. Dikalangan suku Jawa, sekalipun di lingkungan kaum terpelajar, tidak sedikit yang hingga kini masih menggunakannya ( baca : mempercayai ) primbon.

Sadulur Papat Kalima Pancer

Hitungan Pasaran yang berjumlah lima itu menurut kepercayaan Jawa adalah sejalan dengan ajaran “ Sedulur papat, kalima pancer “ empat saudara sekelahiran, kelimanya pusat.

Ajaran ini mengandung pengertian bahwa badan manusia yang berupa raga, wadag, atau jasad lahir bersama empat unsur atau roh yang berasal dari, tanah, air, api dan udara. Empat unsur itu masing-masing mempunyai tempat di kiblat empat. Faktor yang kelima bertempat di pusat, yakni di tengah.

Lima tempat itu adalah juga tempat lima pasaran, maka persamaan tempat pasaran dan empat unsur dan kelimanya pusat itu adalah sebagai berikut :

1.      Pasaran Legi bertempat di timur, satu tempat dengan unsur udara, memancarkan sinar ( aura ) putih.

2.      Pasaran Paing bertempat di selatan, salah satu tempat dengan unsur Api, memancarkan sinar merah.

3.      Pasaran Pon bertempat di barat, satu temapt dengan unsur air, memancarakan sinar kuning.

4.      Pasaran Wage bertempat di utara, satu tempat dengan unsur tanah, memancarkan sinar hitam

5.      Kelima di pusat atau di tengah, adalah tempat Sukma atau Jiwa, memancarkan sinar manca warna ( bermacam-macam )

Dari ajaran sadulur papat, kalima pancer dapat diketahui betapa pentingnya Pasaran Kliwon yang tempatnya ditengah atau pusat ( sentrum ) tengah atau pusat itu tempat jiwa atau sukma yang memancarkan daya – perbawa atau pengaruh kepada “ Sadulu Papat atau Empat Saudara ( unsur ) sekelahiran.

Satu peredaran “ Keblat papat kalima pancer “ itu dimulai dari timur berjalan sesuai dengan perputaran jam dan berakhir di tengah ( pusat ) Peta dari jalannya dapat digambarkan sebagai berikut : (bersambung)

menep ing rahsa sateleng kalbu

amatek cipta ambasuh sukma

sumunaring raga ambudidaya

Nora iguhing palena pikir

imaningsun anuju dhat luhur

Nembah asaling muasal

oncat hawa lereming asepi

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelum semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta beserta isinya tetapi juga bertindak sebagai pengatur, karena segala sesuatunya bergerak menurut rencana dan atas ijin serta kehendakNYA. Pusat yang dimaksud dalam pengertian ini adalah sumber yang dapat memberikan penghidupan, keseimbangan dan kestabilan, yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung individu dengan dunia atas. Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Manunggaling Kawula Lan Gusti,

yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir, yaitu manusia menyerahkan dirinya selaku kawula terhadap Gustinya. Puncak gunung dalam kebudayaan Jawa dianggap suatu tempat yang tinggi dan paling dekat dengan dunia diatas, karena  pada awalnya dipercayai bahwa roh nenek moyang tinggal di gunung-gunung.

Sebagian besar orang Jawa termasuk dalam golongan yang telah berusaha mencampurkan beberapa konsep  dan cara berpikir islam, dengan pandangan asli mengenai alam kodrati ( dunia ini ) dan alam adikodrati ( alam gaib atau supranatural )

Niels Mulder mengatakan bahwa pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup.

Ciri pandangan hidup orang Jawa adalah realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan Numinus antara alam nyata, masyarakat dan alam adikodrati yang dianggap keramat. Alam adalah ungkapan kekuasaan yang menentukan kehidupan. Orang Jawa percaya bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka hanya menjalankan saja.

Dasar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu, atau merupakan kesatuan  hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius.

Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos ( alam ) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos.

Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta, yang mengandung kekuatan-kekuatan supranatural ( adikodrati ). Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos.

Dalam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki kirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna ( dunia atas – dunia manusia –  dunia bawah ). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan.

Sikap dan pandangan terhadap dunia nyata ( mikrokosmos ) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusai sehari-hari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam menghadapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia inii tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya.

Bagi orang Jawa dahulu, pusat dunia ini ada pada pimpinan atau raja dan keraton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja dianggap perwujudan wakil Tuhan di dunia ,sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan dari dua alam. Jadi raja dipandang sebagai  pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari wakil Tuhan dengan keraton sebagi tempat kediaman raja. Keraton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena rajapun dianggap merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah kedaulatannya dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan wilayah.

Hal hal  diatas merupakan gambaran umum tentang alam pikiran serta sikap dan pandangan hidup yang dimiliki oleh orang Jawa pada jaman kerajaan. Alam pikiran ini telah berakar kuat dan menjadi landasan falsafah dari segala perwujudan yang ada dalam tata kehidupan orang Jawa.

Kegiatan Religius Orang Jawa Kejawen.

Menurut kamus bahasa Inggris istilah kejawen atau kejawaan adalah Javanism, Javaneseness ; yang merupakan suatu cap deskriptif bagi unsur-unsur kebudayaan Jawa yang dianggap sebagai hakikat  Jawa dan yang mendefisikannya sebagai suatu kategori khas. Javanisme yaitu agama beserta pandangan hidup orang Jawa, yang menekankan ketentraman batin, keselarasan dan keseimbangan, sikap nrima terhadap segala peristiwa yang terjadi sambil menempatkan individu dibawah masyarakat dan masyarakat dibawah semesta alam.

Neils Mulder memperkirakan unsur-unsur ini berasal dari masa Hindu – Budha dalam sejarah Jawa yang berbaur dalam suatu filsafat, yaitu sistem khusus dari dasar bagi perilaku kehidupan. Sistem pemikiran Javanisme adalah lengkap pada dirinya, yang berisikan kosmologi, mitologi, seperangkat konsepsi yang pada hakikatnya bersifat mistik dan sebagainya yang menimbulkan anthropologi Jawa tersendiri, yaitu suatu sistem gagasan mengenai sifat dasar manusia dan masyarakat, yang pada gilirannya menerangkan etika, tradisi dan gaya Jawa. Singkatnya Javanisme memberikan suatu alam pemikiran secara umum sebagai suatu badan pengetahuan yang menyeluruh, yang dipergunakan untuk menafsirkan kehidupan sebagaimana adanya dan rupanya. Jadi kejawen bukanlah suatu katagori keagamaan, tetapi menunjukkan kepada suatu etika dan gaya hidp yang diilhami oleh cara berpikir Javanisme.

Dasar pandangan manusia jawa  berpendapat bahwa tatanan alam dan masyarakat sudah ditentukan dalam segala seginya. Mereka menganggap bahwa pokok kehidupan dan status dirinya sudah ditetapkan, nasibnya sudah ditentukan sebelumnya, jadi mereka harus menanggung kesulitan hidupnya dengan sabar. Anggapan – anggapan mereka itu berhubungan erat dengan kepercayaan mereka pada bimbingan adikodrati dan bantuan dari roh nenek moyang yang seperti Tuhan sehingga menimbulkan perasaan keagamaan dan rasa aman.

Kejawaan atau kejawen dapat diungkapkan dengan baik oleh mereka yang mengerti tentang rahasia-rahasia kebudayaan Jawa, dan bahwa kejawen ini sering sekali diwakili yang paling baik oleh golongan elite priyayi lama dan keturunan – keturunannya yang menegaskan adalah bahwa kesadaran akan budaya sendiri merupakan gejala yang tersebar luas di kalangan orang Jawa. Kesadaran akan budaya ini sering kali menjadi kebanggaan dan identitas kultural. Orang-orang inilah yang memelihara warisan budaya Jawa secara mendalam yang dapat dianggap sebagai Kejawen.

Budaya Jawa Kejawen memahami  kepercayaan  pada pelbagai macam roh-roh yang tidak kelihatan yang dapat menimbulkan bahaya seperti kecelakaan atau penyakit apabila mereka dibuat marah atau penganutnya tidak hati-hati. Untuk melindungi semua itu, orang Jawa kejawen memberi sesajen atau caos dahar yang dipercaya dapat mengelakkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan . Sesajen yang digunakan biasanya terdiri dari nasi dan aneka makanan lain, daun-daun bunga serta kemenyan.

Contoh kegiatan religius dalam masyarakat Jawa, khususnya orang Jawa Kejawen adalah puasa atau siam. Orang Jawa Kejawen mempunyai kebiasaan berpuasa pada hari-hari tertentu misalnya : Senin – Kamis atau pada hari lahir, semuanya itu merupakan asal mula dari tirakat. Dengan tirakat, orang dapat menjadi lebih tekun dan kelak akan mendapat pahala. Orang Jawa kajawen menganggap bertapa adalah suatu hal yang penting. Dalam kesusastraan kuno orang Jawa, orang yang berabad-abad bertapa dianggap sebagai orang keramat karena dengan bertapa orang dapat menjalankan kehidupan yang ketat ini dengan tinggi serta mampu menahan hawa nafsu sehingga tujuan-tujuan yang penting dapat tercapai. Kegiatan orang Jawa Kejawen yang lainnya adalah meditasi atau semedi, menurut Koentjaraningrat  meditasi atau semedi biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata ( bertapa ) dan dilakukan pada tempat-tempat yang dianggap keramat misalnya di Gunung, Makam leluhur, ruang yang mempunyai niali keramat dan sebagainya. Pada umumnya orang melakukan meditasi adalah untuk mendekatkan atau menyatukan diri dengan Tuhan.

Metani kaelokaning mangsa

aja gandrung tan wewaton

sajak arumangsa bisa

Namung datan rerumangsan

isin lamun sesulayan

ndadak angupara beda

ombonen sarwa pangapura liyan

Betah melek …..melok.! – Betah luwe…….Luwih.!

Chapter 1, The Pairs

1. Mind precedes all mental states. Mind is their chief; they are all mind-wrought. If with an impure mind a person speaks or acts suffering follows him like the wheel that follows the foot of the ox.

2. Mind precedes all mental states. Mind is their chief; they are all mind-wrought. If with a pure mind a person speaks or acts happiness follows him like his never-departing shadow

3. “He abused me, he struck me, he overpowered me, he robbed me.” Those who harbor such thoughts do not still their hatred.

4. “He abused me, he struck me, he overpowered me, he robbed me.” Those who do not harbor such thoughts still their hatred.

5. Hatred is never appeased by hatred in this world. By non-hatred alone is hatred appeased. This is a law eternal.

6. There are those who do not realize that one day we all must die. But those who do realize this settle their quarrels.

7. Just as a storm throws down a weak tree, so does Mara overpower the man who lives for the pursuit of pleasures, who is uncontrolled in his senses, immoderate in eating, indolent, and dissipated. [1]

8. Just as a storm cannot prevail against a rocky mountain, so Mara can never overpower the man who lives meditating on the impurities, who is controlled in his senses, moderate in eating, and filled with faith and earnest effort. [2]

9. Whoever being depraved, devoid of self-control and truthfulness, should don the monk’s yellow robe, he surely is not worthy of the robe.

10. But whoever is purged of depravity, well-established in virtues and filled with self-control and truthfulness, he indeed is worthy of the yellow robe.

11. Those who mistake the unessential to be essential and the essential to be unessential, dwelling in wrong thoughts, never arrive at the essential.

12. Those who know the essential to be essential and the unessential to be unessential, dwelling in right thoughts, do arrive at the essential.

13. Just as rain breaks through an ill-thatched house, so passion penetrates an undeveloped mind.

14. Just as rain does not break through a well-thatched house, so passion never penetrates a well-developed mind.

15. The evil-doer grieves here and hereafter; he grieves in both the worlds. He laments and is afflicted, recollecting his own impure deeds.

16. The doer of good rejoices here and hereafter; he rejoices in both the worlds. He rejoices and exults, recollecting his own pure deeds.

17. The evil-doer suffers here and hereafter; he suffers in both the worlds. The thought, “Evil have I done,” torments him, and he suffers even more when gone to realms of woe.

18. The doer of good delights here and hereafter; he delights in both the worlds. The thought, “Good have I done,” delights him, and he delights even more when gone to realms of bliss.

19. Much though he recites the sacred texts, but acts not accordingly, that heedless man is like a cowherd who only counts the cows of others — he does not partake of the blessings of the holy life.

20. Little though he recites the sacred texts, but puts the Teaching into practice, forsaking lust, hatred, and delusion, with true wisdom and emancipated mind, clinging to nothing of this or any other world — he indeed partakes of the blessings of a holy life.

Leave a comment »

MANFAAT FEGETARIAN 2

Manfaat Vegetarian

1. For Animal’s Sake
Anda penyayang binatang? Ini bisa jadi salah satu alasan menjadi vegetarian. Banyak orang memutuskan menjadi vegan karena tak tega melihat binatang disembelih untuk dimakan. Inilah alasan etika yang banyak digembar-gemborkan orang-orang Barat.

2. Hidup Lebih Berwarna
Sayur dan buah memiliki banyak warna. Semakin berwarna semakin sehat makanan Anda. Misalnya, sayur dan buah berwarna oranye dan hijau, kaya akan beta karoten. Manfaatnya, tak hanya ampuh menangkal radikal bebas, tapi juga menjauhkan tubuh dari sel kanker. Sementara, sayur dan buah berwarna kemerahan, kebiruan dan keunguan seperti plums, ceri, paprika, blueberry, dan kedelai hitam, mengandung antisianin. Manfaatnya, mencegah proses oksidasi yang terjadi secara dini dan menimbulkan penyakit degeneratif.
3. Sehat Lebih Lama
Dengan menjadi vegetarian, kita terhindar dari semua lemak hewani. Kita tahu, lemak hewani merupakan sumber kolesterol yang jadi salah satu pemicu penyakit jantung dan kanker. Selain itu, tubuh juga akan mendapat banyak serat dari sayuran dan buah. Bahan makanan ini sumber antioksidan yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh. Oh ya, meski hanya mengonsumsi sayuran, buah dan kacang-kacangan, tak perlu takut terkena osteoporosis. Asupan kalsium bisa dicukupi dari kacang-kacangan, tempe, tahu, susu kedelai dan sayuran berwarna gelap seperti bayam dan brokoli.

4. Berat Badan Stabil
Karena asupan lemak dari hewani berkurang, Anda tak perlu lagi takut kegemukan. Namun, jangan takut kelaparan juga. Makanan sehat seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan buah-buahan cukup kok memenuhi semua kebutuhan tubuh. Bahkan bisa membantu Anda mendapatkan berat tubuh ideal. Dengan rajin makan sayur dan buah, otomatis tubuh kita mengonsumsi banyak serat. Dijamin, pencernaan akan lancar dan racun-racun di tubuh pun bisa keluar setiap hari.

5. Hemat
Kita tahu produk daging dan olahannya termasuk bahan makanan yang harganya mahal. Mengurangi konsumsi daging dan menggantinya dengan sayuran dan kacang-kacangan, artinya Anda telah menghemat pengeluaran belanja harian atau jatah uang makan siang. Coba bandingkan ketika Anda makan di warung makan dengan mengunakan daging sebagai lauk dan menggunakan tahu atau tempe sebagai lauk. Pengeluaran Anda pasti jauh beda.

6. Cegah Global Warming
Jangan kaget dulu, apalagi tertawa! Fakta yang diungkap FAO tahun 2006 menjelaskan bahwa daging merupakan komoditi penghasil emisi karbondioksida paling tinggi (20%). Ini bahkan melampaui jumlah emisi gabungan dari semua kendaraan di dunia. Kok bisa? Ternyata industri ternak telah menghasilkan 9% racun karbondioksida, 65% nitrooksida, dan 37% gas metana. Selain itu, industri ternak juga memerlukan banyak energi untuk mengubah ternak menjadi daging siap konsumsi. Untuk memproduksi 1 kg daging saja misalnya, dihasilkan emisi karbondioksida 36,4 kilo. Wah!

7. Save Energy
Saat ini krisis energi dan pangan merebak ke seantero muka bumi. Ingin hemat energi? Salah satunya dengan menjadi vegetarian atau setidaknya kurangi sumber makanan hewani. Seperti dijelaskan di atas, bahan makanan hewani membutuhkan lebih banyak konsumsi energi dalam produksi dan suplainya dibanding makanan nabati. Menurut U.S. Geological Survey, untuk membuat satu tangkup hamburger, misalnya membutuhkan setidaknya 1.300 galon air. Jadi, tidak heran jika produk pangan hewani dan junk food memerlukan lebih banyak energi dibanding dengan mengolah sayuran, buah dan beras.

Leave a comment »

MANFAAT VEGETARIAN 1

Mengapa batin menjadi bersih :

Manusia tidak dapat memperoleh sepotong daging tanpa menyakiti dan menyebabkan pembunuhan. Seperti Anda ketahui, bahwa hewan mengandung energi negatif, nafsu rendah dan egois. Bila dimakan oleh manusia, maka energi negatif, nafsu dan egois binatang itu akan menodai batin (energi) manusia.

Tanpa daging hewan, manusia sendiri sudah kesulitan untuk mengendalikan nafsu, ego, serta emosinya. Dengan memakan daging hewan, manusia akan bertambah sulit lagi untuk mengendalikan ketiga unsur di atas, sehingga pikiran dan perbuatannya sering sesat dan jahat.

Menjadi Vegetarian manusia baru dapat memperoleh tiga manfaat sebagai berikut :

Manfaat Vegetarian :

Pada tahun 1961, majalah Journal of American Medical Association manyatakan bahwa pola makan vegetarian bisa mencegah penyumbatan urat nadi jantung hingga 97%. Menurut Rita Butram, PhD., kepala bidang makanan dan kanker dari lembaga kanker nasional (NCI) Amerika Serikat, 35% – 40% dari semua kematian karena kanker ada kaitannya dengan makanan. Dengan mengikuti prinsip-prinsip makanan sehat yang telah dipilih, yakni vegetarian, Anda bisa mendapatkan kesehatan yang sebaik-baiknya, karena bisa mencegah penyakit dan meningkatkan kekuatan. Karena itu, cobalah dan temukan betapa hidup Anda menyenangkan!

Hidup sehat dengan cara vegetarian merupakan panutan yang perlu diikuti, baik secara sadar maupun tidak. Jika prinsip-prinsip cara ini sudah dipelajari dengan baik, Anda akan dapat menikmati hidup ini. Prinsip-prinsip hidup sehat ini sebenarnya berasal dari tradisi kuno berupa kehidupan yang sederhana, penyembuhan secara alami, serta komitmen total untuk menjaga dan mempertahankan lingkungan yang sehat.

Pola hidup vegetarian dijalani dengan keyakinan bahwa cara hidup, cara makan, dan cara minum seluruhnya harus secara total diintegrasikan ke alam, sinar matahari, udara, air, dan ciptaan Allah lainnya. Gaya hidup vegetarian adalah pilihan yang sangat individual, yang jika diikuti secara benar dan proporsional tidak akan mengekang aktivitas atau mengurangi stamina. Untuk menjadi seorang vegetarian, kita harus mempunyai pendirian, ” Menempuh jalan ini berarti menuju hidup lebih bahagia, lebih sehat, dan berumur panjang”.

Mengapa dapat hidup sehat dan panjang umur :

Tubuh manusia diciptakan bukan sebagai pemakan daging. Oleh karena itu daging hewan yang dimakan manusia akan menjadi sumber berbagai penyakit. Mari kita ikuti dua penjelasan penting di bawah ini :

a). Metabolisme manusia tidak dapat mencerna lemak jenuh yang dikandung oleh setiap daging hewan. Akibatnya darah pemakan daging akan menjadi semakin mengental kemudian menyumbat dinding-dinding pembuluh darah dan peredaran darah dalam tubuh menjadi tidak lancar, sehingga menimbulkan berbagai penyakit, seperti : stroke, asam urat, dan jantung. Menurut WHO, 50 persen dari kematian dunia disebabkan oleh penyakit jantung dan merupakan pembunuh nomor satu di dunia.

b). Usus besar dan kecil manusia lebih panjang, berlipat-lipat dan dindingnya bergelombang dibanding usus hewan pemakan daging. Akibatnya pencernaan daging hewan yang tidak berserat pada manusia membutuhkan waktu lima hari, sedangkan makanan vegetarian yang kaya serat hanya membutuhkan waktu dua hari saja. Pada hari ketiga daging hewan dalam usus manusia membusuk dan mengeluarkan racun atau zat karsinogenik penyebab penyakit kangker. Menurut WHO, 25 persen dari kematian dunia disebabkan oleh penyakit kangker dan merupakan pembunuh nomor dua di dunia.

Mengapa dapat mengatasi kelaparan dan menciptakan lingkungan hidup yang sehat serta damai :

Tuhan menciptakan kehidupan di dunia ini penuh dengan keberlimpahan, bila manusia sampai ada yang kelaparan, ini karena ulah manusia sendiri dan bukan Tuhan. Tahukah Anda bahwa hampir satu milyar orang menderita kelaparan atau kekurangan gizi di planet ini. Lebih dari empat puluh juta meninggal karena kelaparan setiap tahun, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebab sebidang tanah yang sama, jika digunakan sebagai lahan pertanian akan menghasilkan pangan empat kali lipat lebih banyak dari pada digunakan sebagai lahan peternakan untuk dikonsumsi dagingnya.

Lebih dari sepertiga panen gandum dunia yang seharusnya untuk manusia dipakai untuk pakan ternak yang sengaja dikembang biakkan secara masal untuk dibunuh dan dikonsumsi dagingnya. Bahkan di Amerika Serikat, ternak menghabiskan 70 persen dari semua hasil gandum. Jika kita berikan kepada manusia, tentunya tidak seorangpun akan kelaparan.

Anda melihat kebanyakan perang yang terjadi di dunia adalah disebabkan oleh alasan ekonomi. Mari kita hadapi kenyataan ini. Kesulitan ekonomi di sebuah negara akan semakin kritis ketika terjadi kelaparan dan peperangan di dunia ini tidak akan berhenti. Bila anda menyadari hukum sebab akibat yang mengatur kehidupan di bumi ini, maka anda akan menyadari pula bahwa pada kehidupan sekarang mereka (pemakan daging) membunuh atau menyebabkan pembunuhan, pada kehidupan yang akan datang mereka juga akan mengalami hal yang sama. Selama manusia tidak memaafkan dan tetap memakan daging hewan, bagaimana mungkin kehidupan ini menjadi damai sejahtera?

Copyright © 2004 WRD and Te He Vegetarian All Right Reserve

teheveggy.tripod.com/Manfaat_Vegetarian.html – 16k

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.