KEISTIMEWAAN AJARAN BUDDHA

Romo Pannajayo : Keistimewaan Ajaran Buddha

Berikut ini beberapa keistimewaan dari Ajaran Buddha:

1. Teladan yang sempurna Buddha merupakan perwujdan dari kebajikan-kebajikan yang telah Beliau sampaikan. Beliau mempraktekkan semua perkataan yang disampaikan-Nya dalam tingkah laku. Kualitas moral, kebijaksanaan, dan Belas kasih-Nya adalah yang paling sempurna yang pernah ada di dunia ini.

2. Kita dapat menjadi sempurna Ajaran Buddha dapat membuat kita mencapai tingkat spiritual paling tinggi yang dapat kita peroleh. Buddha mengajarkan bahwa semua makhluk dapat mencapai mencapai kesempurnaan. Tidak ada pendiri kepercayaan lainnya yang pernah mengatakan bahwa setiap pengikutnya mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh kedamaian, kebahagiaan, dan pembebasan dirinya. Tetapi Buddha mengajarkan bahwa setiap makhluk dapat mencapai kebahagiaan yang sama dari Penerangan Sempurna, jika mereka mempraktekkan Dharma yang telah beliau praktekkan.

3. Melebihi Agama Jika definisi “Agama” adalah kepercayaan dan pemujaan pada sesuatu yang tertinggi, dengan kewajiban untuk melaksanakan upacara dan puja, maka ajaran Buddha tidak terbatas hanya sebagai agama.

4. Universal Karena perhatian Buddha adalah kebahagiaan sejati bagi semua makhluk, ajaran-Nya dapat dipraktekkan baik dalam masyarakat maupun dalam hutan sunyi, oleh semua ras maupun kepercayaan. Ini semua benar-benar tidak memihak dan universal.

5. Pemurnian pikiran Ajaran Buddha adalah satu-satunya ajaran yang tidak hanya berakhir pada menghindari semua kejahatan dan melakukan kebaikan – tetapi juga mengajarkan pemurnian pikiran seseorang. Pikiran merupakan akar dari semua kebaikan dan kejahatan, dan yang menjadi sebab dari penderitaan maupun kebahagiaan sejati.

6. Kepercayaan Diri Ketika Buddha sedang bermeditasi untuk mencapai Penerangan sempurna, tidak ada dewa yang datang mengungkapkan rahasia terselubung dari seluruh kekuatan spiritual. Tidak ada satu pun yang memberikan Beliau kepercayaan untuk diajarkan. Beliau mengatakan, “ Saya tidak mempunyai guru atau pemberi pencerahan yang mengajarkan atau memberitahukan saya bagaimana cara memperoleh Penerangan Sempurna. Saya mendapatkan Kebijaksanaan tertinggi dengan usaha, energi, pengetahuan, dan pemurnian saya sendiri.” Begitu juga, kita dapat mencapai tujuan tertingi ini melalui kesabaran dalam penyempurnaan diri kita.

7. Kebebasan berpikir Dari kandungan intelektual darui filsafat ajaran Buddha berkembanglah kebebasan berpikir dan mencari, yang mungkin berbeda dengan agama-agama lain yang ada di dunia. Walaupun Buddha mendorong kita untuk mempraktekkan ajaran-Nya, tidak ada paksaan atau keharusan untuk meyakini atau menerima ajaran Beliau.

8. Pelajaran mengenai kebenaran Buddha adalah guru terbesar yang mengajarkan Kebenaran (sifat sejati semua hal). Ajaran Buddha adalah pelajaran yang sempurna mengenai kita dan alam semesta tempat kita berada. Ajaran ini melebihi pengetahuan duniawi – merupakan Kebijaksanaan tertinggi yang membawa pada kebahagiaan Sejati. Hal yang menarik untuk diketahui bahwa universitas pertama yang didirikan di dunia, adalah Universitas Buddhis Nalanda di India, yang berkembang mulai abad kedua samapai kesembilan Masehi. Universitas ini terbuka bagi semua siswa-siswi dari seluruh penjuru dunia dan merupakan Universitas Buddhis yang menghasilkan sarjana-sarjana terkemuka dan bijaksana.

9. Pendirian yang Teguh Buddha adalah Guru yang tiada bandingnya. Beliau membebaskan dan mengundang semua pengikut-pengikut-Nya maupun kepercayaan lainnya untuk membuktikan ajaran-Nya dari setiap kemungkinan, sampai tidak ada lagi keragu-raguan mengenai ajarannya itu. Para pengikut-Nya telah berdebat tentang ajaran-Nya , dan bahkan telah mendirikan aliran-aliran Buddhis yang berbeda sesuai dengan pengertian mereka tanpa kekerasan dan pertumpahan darah.

10. Tidak ada kepercayaan yang membuta Buddha tidak pernah mejanjikan kebahagiaan surgawi ataupun penghargaan kepada mereka yang mengaku pengikut-Nya. Beliau tidak juga mejanjikan keselamatan kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Bagi-Nya, kepercayaan bukanlah penawaran melainkan jalan hidup yang mulia untuk memperoleh Penerangan Sempurna dan pembebasan bagi diri sendiri dan orang lain. Buddha mendorong semua orang untuk datang dan menemukan lebih banyak tentang ajaran Buddha dan tidak hanya sekedar mempecayainya. Beliau menasehati kita untuk memilih keprcayaan yang cocok dengan mempertimbangkan dan menyelidikinya dari berbagai segi, bukan hanya menerima segala sesuatu dengan emosional atau kepercayaan membuta.

11. Keyakinan dari pengalaman dan Akal Sehat Ajaran Buddha adalah satu-satunya agama yang dijelaskan kepada umat manusia lewat pengalaman, pencapaian, Kebijaksanaan, dan penerangan sempurna dari penemunya (Buddha) tanpa mengatakannya sebaagai perintah atau pesan dari dewa tertentu. Ini berakar dari pengalaman dan bukannya kepercayaan membuta. Masalah manusia harus dimengerti oleh seseorang melalui pengalaman-pengalaman manusia, dan dapat dipecahkan dengan mengembangkan kualitas-kualitas manusia yang sempurna. Seseorang dapat menemukan solusi melalui pemurnian dan pengembangan pikirannya, bukannya dari faktor-faktor luar. Oleh sebab itu Buddha tidak pernah mengatakan dirinya sebagai penyelamat yang supernatural. Beliau tidak pernah menemukan adanya penyelamat seperti itu. Menurut-Nya kita dapat menjadi penyelamat bagian diri kita sendiri.

12. Kebenaran keseluruhan Buddha mengatakan bahwa kita harus menghadapi kenyataan hidup dengan berani tanpa bertindak munafik serta menerima kenyataan apa pun dan kappan pun itu terjadi. Semua yang Beliau ajarkan adalah Kebenatan Praktis sejati yang membawa kita menuju Kebahagiaan Sejati.

13. Ilmiah Ajaran Buddha tidak pernah menemukan interpretasi tambahan pada apa yang diajarkan. Penemuan baru yang ditemukan oleh para ilmuwan tidak pernah bertentangan dengan ajaran Buddha karena metoda dan ajaran Buddha terbukti benar secara ilmiah. Albert Einstein (ahli fisika dan matematika), peraih Nobel, yang popular sebagai ilmuwan palin jenius pada abad ke-20, mengatakan “Agama masa yang akan datang adalah agama kosmik. Agama tersebut mengatasi Tuhan yang bersikap pribadi dan mnghindari dogma dan teologi. Mencakup baik alamiah amaupun spiritual, dan berdasar pada rasa keagamaan yang muncul dari pengalaman terhadap segala sesuatu, alami dan spiritual, serta melalui pengertian yang menyeluruh. Ajaran Buddha memenuhi cirri-ciri ini… Jika ada agama yang dapat mengimbangi ilmu pengertahuan modern, itu pasti ajaran Buddha.”

14. Unggul dalam filsafat Seperti yang dikatakan oleh Bertrand Russel (ahli matematika, filsafat, pengarang dan kritikus sosial), pemenang Nobel yang populer sebagai filsafat terhebat pada abad 20, “ Dari sejarah agama-agama yang hebat, saya lebih suka ajaran Buddha. Ajaran Buddha adalah kombinasi dari berbagai filsafat yang spektakuler dan ilmiah. Ajaran ini memakai metode ilmiah dan pada akhirnya dapat disebut rasional. Di dalamnya dapat ditemukan jawaban dari berbagai pertanyaan yang menarik seperti ‘Apa itu batin dan jasmani? Dari keduanya mana yang lebih penting? Apakah alam semesta ini bergerak menuju satu tujuan? Apa kedudukan manusia? Apakah kehidupan yang mulia itu? Ini diambil di mana para ilmuwan tidak dapat menjawabnya karena ketebatasan pengetahuan atau peralatan. Penakluknya adalah pikiran.”

15. Unggul dalam psikologi Dalam perjalanan karirnya banyak psikologi telah menemukan, seperti yang diperlihatkan oleh Dr. Carl G. Jung (penemu psikologi analitik – perintis psikologi modern) : Kita lebih dekat dengan Buddha. Dengan membaca sebagian kecil Dharma dapat disadari bahwa umat Buddha telah mengetahui masalah-masalah psikolog lebih dari 2500 tahun yang lalu, jauh sebelum masalah-masalah tersebut muncul pada masa modern ini. Mereka mempelajari masalah ini pada masa lalu dan juga menemukan jawabannya.

16. Tidak menakut-nakuti Buddha adalah figure terbesar yang mengutamakan munculnya keyakinan rasional ketimbang kepercayaan takhayul semata. Ajaran Buddha adalah ajaran yang menggunakan akal dan tidak menakut-nakuti untuk memaksa setiap orang dengan segala cara untuk mempercayainya.

17. Cinta kasih universal

18. Tanpa kekerasan Tidak ada kata peperangan yang kita lihat dalam Agama Buddha. Buddha mengatakan, “Yang menang akan dibenci dan yang kalah hidup dalam penderitaan, siapa yang melepaskan kemenangan dan kekalahan adalah orang yang bahagia dan hidup dalam kedamaian.”

19. Persamaan derajat Buddha adalah yang pertama menentang sistem kasta dalam hak asasi manusia, dan mengutamakan kesamaan dari semua makhluk tanpa memandang perbedaan tingkat social, suku bangsa, maupun kepercayaan. Buddha mengatakan, “Pergilah ke semua negara dan sebarkan ajaran ini, Katakan pada mereka bahwa yang miskin dan rendahm yang kaya dan tinggi semuanya satu dan semua kasta menyatu dalam kepercayaan ini seperti semua sungai yang mengalir ke laut.”

20. Persamaan dalam jenis kelamin Gerakannya untuk mengijinkan wanita menjadi anggota sangha (persanuhan bhiksu dan bhiksuni) sangat radikal pada waktu itu.

21. Demokrasi Buddha adalah yang pertama membela semangat permusyawaratan dan proses demokrasi. Dalam sangha, setiap anggota mempunyai hak yang sama untuk memutuskan hal-hal yang umum. Ketika suatu masalah besar ditanyakan, maka pertanyaan tersebut disebarkan dahulu dan didiskusikan dalam kebersamaan, mirip dengan sistem parlementer saat ini.

22. Peduli terhadap lingkungan Ajaran Buddha sangat mendukung kepedulian dan menghormati lingkungan sekitarnya karena Beliau telah melihat dengan jelas hubungan yang erat antara manusia dengan alam.

23. Tidak ada upacara pengorbanan Buddha tidak membenarkan pengorbanan terhadap binatang karena Beliau melihat hal itu sangat kejam dan tidak adil seseorang menghancurkan kehidupan makhluk lain hanya untuk keuntungan pribadi yang egois.

24. Tidak ada peragaan keajaiban Keajaiban tidaklah dipandang sebagai penunjukan adanya penerangan sempurna atau kebijaksanaan, karena kekuatan supranatural dapat dimiliki oleh siapa saja. Supranatural dilihat sebagai fenomena alami yang tidak dapat dimengerti oleh mereka yang belum tercerahkan. Beliau mengajarkan bahwa keajaiban tertinggi adalah kemampuan untuk mengubah seseorang yang bodoh menjadi seseorang yang bijaksana.

25. Tidak menyalah gunakan politik Buddha berasal dari kasta ksatria dan masuk dalam kategori raja, pangeran, dan menteri. Tetapi Beliau tidak pernah menggunakan pengaruh kekuatan politin untuk menyebarkan ajaran-Nya,. Dan juga Beliau tidak memperbolehkan ajaran-Nya disalahgunakan untuk mendapatkan kekuatan politik.

26. Tidak pendendam Tidak ada konsep “dosa yang tak termaafkan dalam agama Buddha. Buddha mengatakan bahwa semua yang dilakukan bermanfaat ataupun tidak bermanfaat disebabkan oleh ada tidaknya kebijaksanaan. Selalu ada harapan selama seseorang menyadari kesalahannya dan berubah utnuk menjadi lebih baik.

27. Tidak ada Eksklusivitas dan Fanatisme Buddha mengajarkan bahwa jika ada kepercayaan yang mengajarkan empat kebenaran mulia dan jalan mulia berunsur delapan, ini seharusnya dipandang sebagai agama yang benar.

28. Penyebaran tanpa kekerasan Satu contoh yang sangat tepat dari kualitas dab pendekatan misionaris Buddhis adalah Raja Asoka, yang mengirimklan penyebar agama Buddha ke berbagai daerah di Asia dan dunia Barat untuk memperkenalkan ajaran Buddha tentang perdamaian. Salah satu prasasti yang terukir di batu pilar Asoka, yang masih ada sampai saat ini di India menyatakan, “ Seseorang seharusnya tidak hanya menghargai agamanya dan mencela agama orang lain, tetapi seseorang seharusnya menghargai agama orang lain. Dengan melakukan hal ini, seseorang membantu agamanya untuk tumbuh dan memberikan perlakuan yang baik terhadap agama yang lain juga. Dengan melakukan yang sebaliknya, seseorang menggali kubur bagi agamanya sendirid an merugikan agama yang lain.”

29. Tujuan yang paling berbahagia Pencapaian Kebuddhaan, atau memperoleh kebahagiaan sejati untuk diri sendiri dan orang lain adalah yang paling sulit, tetapi merupakan hal yang sangat berharga untuk dilakukan, kaerna agama Buddha berari mengikuti jalan mulia berunsur delapan (jalan tengat. Umat Buddha tidak selayaknya mengikuti salah satu bentuk ekstrim.

30. Gambaran lengkap mengenai umat manusia dan agama Buddha menjelasakan secara rasional dan mendetail tentang bagaimana semua kepercayaan spiritual berubah sepanjang sejarah sejalan dengan perubahan dalam pola piker manusia. Beliau juga memberi kita sebuah gambaran yang jelas mengenai pengaruh agama pada kehidupan umat manusia.

31. Jalan sempurna untuk menuju kebahagiaan sejati

32. Kebahagiaan dalam hidup ini Ajaran Buddha bukanlah sebuah agama yang hanya untuk kehidupan di dunia lain semata. Walaupun dengan mempraktekkan ajaran Buddha dalam kehidupan ini akan menghasilkan dampak positif untuk kehidupan kita yang selanjutnya, sebagian besar dari hasil latihan atau praktek kita kan dapat dirasaknan dalam kehidupan saat ini juga.

33. Segala sesuatu itu terbuka Menurut Buddha, kebenaran itu merupakan hal yang terbuka untuk ditemukan semua orang untuk kebaikan diri mereka sendiri.

34. Perbuatan baik dan penuh pengertian Pesan Buddha mengenai perbuatan baik dan penuh pengertian terhadap semua makhluk adalah sebuah pesan universal. Dunia saat ini membutuhkan pesan mulia ini lebuih dari sebelumnya dalam sejarah kemanusiaan.

( REFERENSI INI DIAMBIL DARI SITUS Blog Vihara Surya Adhi Guna Rengasdengklok)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: