ISEMINASI SUDUT PANDANG AGAMA BUDDHA

PENGERTIAN ISEMINASI:

Iseminasi identik dengan kawin suntik, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Pustaka Edisi  Ketiga, hal 519 yang di maksud dengan kawin suntik adalah  tern pembenihan dengan jalan memasukan benih jantan(sperma) ke dalam  vagina dengan menggunakan (dengan bantuan) alat suntik( tidak melalui hubungan seksual)

  • Inseminasi bauatan merupakan terjemahan dari artificial insemination. Artificial artinya buatan ataua tiruan, sedangkan insemination berasal dari kata latin. Inseminatus artinya pemasukan atau penyampaian. artificial insemination adalah penghamilan atau pembuahan buatan.
  • Jadi, insiminasi buatan adalah penghamilan buatan yang dilakukan terhadap wanita dengan cara memasukan sperma laki-laki ke dalam rahim wanita tersebut dengan pertolongan dokter, istilah lain yang semakna adalah kawin suntik, penghamilan buatan dan permainan buatan (PB).

Hampir semua pasangan suami istri ingin mempunyai keturunan. Tetapi, pada kenyataannya tidak semua pasangan yang sudah menikah mendapatkan anak dengan mudah. Hal ini dikarenakan faktor ketidaksuburan. Karena ini, jika Anda dan atau pasangan didiagnosa “tidak subur” tidak perlu putus asa, Anda bisa mencoba berbagai pengobatan alternatif yang semakin banyak seiring dengan kemajuan teknologi

Penyebab kegagalan kehamilan bukan semata-mata karena kemandulan, tetapi karena adanya gangguan-gangguan teknis, misalnya:

ejakulasi dini

ejakulasi lambat

kesulitan ereksi

cairan vagina yang tidak wajar

tersumbatnya saluran fallopian

  • Sebagai gambaran, nilai-nilai normal pemeriksaan sperma adalah : Volume : 2-5 ml, Jumlah sperma: > 20 juta/ml, Gerakan pada 6-8 jam : > 40 %, jumlah sperma yang nggak normal: kurang dari 20 persen dan kadar gula semen (fruktosa): 120-450 mikrog/ml. (dikutip dari bukunya pak Ali Baziad). Pada kasus ketiadaan sperma maka dalam hasil analisa cuma ada volume: sekian cc, jumlah sperma: nihil alias nggak ada.
  • IUI = Intrauterine Inseminasi

    IUI adalah proses menyemprotkan sperma secara artifisial kedalam saluran tuba saat sel telur keluar (ovulasi). Tindakan ini dilakukan pada wanita dengan usia dibawah 45 tahun dengan berbagai penyebab infertilitas kecuali yang dibebabkan oleh: sumbatan tuba, kerusakan tuba yang berat, sel telur yang jelek secara kualitas dan kuantitas, gangguan infertilitas pria yang berat dan tentu saja belum menopause. Bagi yang tidak memenuhi syarat untuk IUI maka alternatifnya adalah IVF (=bayi tabung).

    Prosedurnya dimulai dengan induksi ovulasi pada wanita. Pada saat ovulasi terjadi, sperma pada pria dikumpulkan dengan cara masturbasi setelah abstinen selama 2-5 hari. Sperma yang didapat lalu di proses (spermal washing) yang dapat diselesaikan dalam waktu antara 20-60 menit. Kemudian sperma disemprotkan kedalam rahim yaitu ke saluran tuba dimana sel telurnya keluar (ovulasi). Gambar skematiknya seperti dibawah ini.

  • Suksesnya IUI tergantung pada: usia ibu, lamanya infertlitas, penyebab infertlitas, jumlah dan kualitas sperma hasil washing. Keberhasilan kehamilan semakin rendah pada keadaan-keadaan :
    1. Usia wanita lebih dari 38 tahun
    2. Wanita dengan cadangan ovum yang rendah
    3. Kualitas mani yang jelek
    4. Wanita dengan endometriosis sedang sampai berat
    5. Wanita dengan kerusakan tuba
    6. Infertlitas yang lebih dari 3 tahun.

Motivasi di lakukan inseminasi buatan:

  • Iseminasi buatan yang dilakukan untuk menolong pasangan yang mandul, untuk mengembang biakan manusia secara cepat, untuk menciptakan manusia jenius, ideal sesuai dengan keinginan, sebagai alternative bagi manusia yang ingin punya anak tetapi tidak mau menikah dan untuk percobaan ilmiah

Hukum inseminasi buatan:

  • Inseminasi buatan dilihat dari asal sperma yang dipakai dapat dibagi dua:
  • inseminasi buatan dengan sperma sendiri atau AIH (artificial insemination husband)
  • Iseminasi buatan yang bukan sperma suami atau di sebut donor atau AID (artificial insemination donor)

Untuk inseminasi buatan dengan sperma suami sendiri di bolehkan bila keadaannya benar-benar memaksa pasangan itu untuk melakukannya dan bila tidak akan mengancam keutuhan rumah tangganya (terjadinya perceraian)

KAJIAN ISLAM:

  • Adapun tentang inseminasi buatan dengan bukan sperma suami atau sperma donor para ulama mengharamkannya seperti pendapat Yusuf Al-Qardlawi yang menyatakan bahwa islam juga mengharamkan pencakukan sperma (bayi tabung). Apabila pencakukan itu bukan dari sperma suami.
  • Mahmud Syaltut mengatakan bahwa penghamilan buatan adalah pelanggaran yang tercela dan dosa besar, setara dengan zina, karena memasukan mani’ orang lain ke dalam rahim perempuan tanpa ada hubungan nikah secara syara’, yang dilindungi hukum syara’.
  • Pada inseminasi buatan dengan sperma suami sendiri tidak menimbulkan masalah pada semua aspeknya, sedangkan inseminasi buatan dengan sperma donor banyak menimbulkan masalah di antaranya masalah nasab.

Fatwa MUI:

  1. Bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhtiar berdasarkan kaidah-kaidah agama.
  2. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya).
  3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari’ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan.
  4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.

Kajian Agama Buddha:

Dalam pandangan Agama Buddha, perkawinan adalah suatu pilihan dan bukan kewajiban. Artinya, seseorang dalam menjalani kehidupan ini boleh memilih hidup berumah tangga ataupun hidup sendiri. Hidup sendiri dapat menjadi pertapa di vihara – sebagai Bhikkhu, samanera, anagarini, silacarini – ataupun tinggal di rumah sebagai anggota masyarakat biasa.
Sesungguhnya dalam Agama Buddha, hidup berumah tangga ataupun tidak adalah sama saja. Masalah terpenting di sini adalah kualitas kehidupannya. Apabila seseorang berniat berumah tangga, maka hendaknya ia konsekuen dan setia dengan pilihannya, melaksanakan segala tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Orang yang demikian ini sesungguhnya adalah seperti seorang pertapa tetapi hidup dalam rumah tangga. Sikap ini pula yang dipuji oleh Sang Buddha.

Dikatakan setelah meninggal maka seseorang akan segera terlahir

kembali pada salah satu alam kehidupan yang baru. process kelahiran

kembali perlu dipahami bahwa yang terlahir kembali sebetulnya adalah

kesadaran sebagai pelopor berserta ketiga faktor batinlah yang

terlahir kembali

(ketiga faktor batin = pikiran, perasaan dan ingatan)

1. penampakan (bentuk pikiran) pada saat menjelang kematian sangatlah

menpengaruhi kehidupan berikutnya. misalnya ketika seseorang melihat

binatang, dia akan terlahir kembali ke alam binatang.

ketika seseorang melihat dewa, maka dia akan terlahir kembali disurga.

ketika memikirkan sesuatu atau orang2 yang ditinggalkan, bisa terlahir

kembali di salah satu alam tidak bahagia (karena kehawatiran)

.  melanjutkan keterangan diatas, maka terlahir kembali ke alam

berikutnya tentu sangat tergantung dengan perbuatan kita, dan terlahir

pada alam alam kehidupan tsb adalah tidak kekal. biasanya umur

kehidupan pada alam yang lebih rendah adalah lebih singkat, karena itu

biasanya kita mengatakan singgah kalau kita berada pada suatu tempat

yang agak singkat.

bisa saja kita terlahir jadi nyamuk atau kutu dan hanya hidup beberapa

hari, jadi alam binatang adalah alam tunggu kita untuk kelahiran

ketempat yang lebih lama netapnya.

bisa saja seseorang tsb tadi ada alam dewa (yang berkalpa2) dan

sekarang terlahir jadi manusia. kalau begitu alam manusia bagi dia

adalah ruang tunggu untuk kembali ke alam dewa lagi.

semua yang terjadi pada kita adalah pilihan kita.

ada yang mengatakan saya tidak pilih celaka, tidak mau pilih alam

kehidupan rendah, tetapi kenapa tetap celaka, tetap ada yang lahir di

alam kehidupan rendah. (itu karena semua ini tidak sama dengan memilih

durian) di dalam Buddhism segala sesuatu yang terjadi saling

berhubungan dan menpunyai sebab dan menghasilkan akibat. karena suatu

sebab, maka timbulah akibat.

karena kita telah bertumimbal lahir terus dan banyak sekali, maka

sebabnya menjadi sangat kompleks dan tidak dapat/sulit disadari lagi,

sehingga juga akan timbul akibat2 yang kompleks (tentu diawali oleh

“sebab” tindakan kita) kita telah menentukan pilihan kita lewat

“sebab-sebab” tsb.

untuk dapat memenuhi pilihan kita (misalnya terlahir di surga), maka

kita haruslah memulai menciptakan “sebab-sebab” yang dapat membawa

kita kesana.

  • Manopubbangama dhamma, manosettha manomaya, manasa ce padutthena,bhasati va karotiva, tato nam dukkhamanveti, cakkam va vahato padam
  • Artinya: Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya. .(Dhammapada yamaka vaga:1)
  • Manopubbangama dhamma, manosettha manomaya, manasa ce pasannena, bhasati va karotiva, tato nam sukhamanveti, chaya va anapayini.
  • Artinya: Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.(Dhammapada yamaka vaga:2)

DEMIKIALAH APA YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN SEKIAN DAN TERIMAKASIH

( by : suroto)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: